alexametrics
Sabtu, 17 Apr 2021
radarsolo
Home > Solo
icon featured
Solo

Halte Permanen BST Terganjal Lahan

14 Oktober 2018, 08: 15: 59 WIB | editor : Perdana

AYO NAIK BST: Pelajar di halte portabel BST. Foto kanan, halte permanen lebih nyaman karena dilengkapi beberapa fasilitas dan ramah difabel.

AYO NAIK BST: Pelajar di halte portabel BST. Foto kanan, halte permanen lebih nyaman karena dilengkapi beberapa fasilitas dan ramah difabel. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Transportasi publik Kota Bengawan terus dimaksimalkan dengan pembangunan infrastruktur penunjang. Di antaranya halte permanen Batik Solo Trans (BST). Fasilitas tersebut didirikan di 11 titik jalur koridor III. Namun, tidak semua halte bisa dibangun permanen.

Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta Taufik Muhammad mengatakan, selama ini, keberadaan halte BST portabel kerap dikeluhkan masyarakat dengan berbagai alasan. Seperti terlalu terbuka, kurang teduh, hingga tak ramah difabel. 

"Halte portabel itu hanya sementara. Ke depan semua dipermanenkan sesuai standar. Untuk sekarang ini baru 11 titik kami bangun permanen," jelasnya kemarin (13/10). 

Baca juga: Pemkab Janji Beri Jaminan Hidup Kepada Warga Korban Bencana Palu

Menurut Taufik, seluruh halte di koridor I dan II BST telah dibuat permanenan. Kini, dishub tinggal menyelesaikan pembangunan halter permanen di koridor III. 

Dishub tak menampik ada sejumlah halte portable yang tak bisa dipermanenkan. Penyebabnya, berada di depan pelataran rumah warga maupun pertokoan. Itu terlihat di sepanjang Jalan Yosodipuro. 

"Basic-nya semua dipermanenkan. Hanya beberapa titik tak memungkinkan untuk dibuat permanen. Makanya sementara masih portabel," jelas dia.

Ditambahkannya, dengan adanya halter permanen tersebut, masyarakat, khususnya pengguna jasa BST bisa lebih nyaman karena halte menjadi teduh, dilengkapi papan informasi rute BST, dan akses untuk difabel. 

Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta, Hari Prihatno mengamini bahwa halte portabel sulit diakses penyandang disabilitas karena bentuknya tangga. “Tapi, (halte, Red) yang permanen ada jalur khusus khursi roda yang landau. Jadi bisa diakses pengguna kursi roda maupun kruk," kata dia. (ves/wa)

(rs/ves/per/JPR)

 TOP
 
 
 
 
Follow us and never miss the news