Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Karanganyar

Bahan Baku Kedelai Naik, Pengrajin Tempe Enggan Naikan Harga

15 Oktober 2018, 12: 16: 18 WIB | editor : Perdana

PUSING: Salah satu pengusah tempe di Dusun Bloro, Desa Karanggpandan, Kecamatan Karangpandan

PUSING: Salah satu pengusah tempe di Dusun Bloro, Desa Karanggpandan, Kecamatan Karangpandan (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Sukarno, salah satu pengusah tempe Dusun Bloro, Desa Karanggpandan, Kecamatan Karangpandan terpaksa harus memperkecil ukuran tempe buatannya. Hal ini dilakukannya, akibat terjadinya kenaikan harga kacang kedelai di pasaran sejak pada bulan Juli 2018 lalu.

Sukarno mengungkapkan dirinya membeli kacang kedelai di Pasar Legi Solo dengan harga Rp 7.800 per kilogram. Padahal menurutnya, harga bahan pokok pembuat tempe ini biasanya berkisar diharga Rp 6.800 per kilogram.

Dalam satu hari, lanjut Sukarno, usaha tempe yang ditekuninya menghabiskan sekitar 20 kg kedelai.

”Agar tidak rugi, ukuran tempe saya perkecil. Harga tidak saya naikkan dan jumlah tempe yang saya produksi juga tetap,” katanya.

Ditambahkannya, walaupun memperkecil ukuran tempe, para pelanggan yang umumnya ibu rumah tangga dan pedagang angkringan tetap berminat membeli tempe produksinya.

”Umumnya pelanggan bisa maklum. Pelanggan tetap membeli meskipun ukurannya diperkecil,” ujarnya. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia