Rabu, 13 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Wonogiri

GTT/PTT Mogok Lagi, Disdik Kecewa

15 Oktober 2018, 13: 47: 14 WIB | editor : Perdana

GTT/PTT Mogok Lagi, Disdik Kecewa

WONOGIRI – Aksi mogok mengajar dan bekerja kembali dilakukan ribuan guru tidak tetap dan pegawai tidak tetap (GTT/PTT) mulai hari ini hingga dua hari ke depan. Mereka akan mengisi dengan kegiatan dia bersama dan bakti sosial di tingkat kecamatan yang akan dipusatkan di Kecamatan Purwantoro. 

Melalui surat Nomor 014/KORDA.GTTPTT/X/2018 tertanggal 14 Oktober yang ditandatangani oleh Ketua Koordinator Daerah Forum Pembela Honorer Indonesia (FPHI) Wonogiri Sunthi Sari disebutkan, setelah sempat mogok mengajar Senin-Selasa (8-9/10) lalu, kemudian masuk lagi pada Rabu-Sabtu (10-13/10), mereka akan izin tidak mengajar dan bekerja Senin (15/10) sampai Rabu (17/10). 

Sunthi mengatakan, aksi tidak mengajar selama tiga hari ke depan ini sebagai bentuk solidaritas aksi mogok nasional dari FPHI Pusat yang akan digelar 15-31 Oktober . Namun, untuk Wonogiri sementara hanya 15-16 Oktober. 

“Selama izin tidak mengajar tiga hari, akan diisi dengan kegiatan mengadakan doa bersama dan bakti sosial di kecamatan masing-masing. Nanti dipusatkan di Kecamatan Purwantoro,” kata Sunthi.

Rencananya Selasa (16/10) masih dalam kegiatan doa bersama dan baksos akan dipusatkan di Wuryantoro. Lalu, Rabu (17/10) semua anggota GTT/PTT Wonogiri akan berkumpul di Lapangan Giri Krida Bhakti Wonogiri pukul 08.00 WIB. Mereka sekaligus akan menyambut kedatangan Direktur Jenderal Guru Tenaga Kependidikan (Direjn GTK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk audiensi dengan GTT/PTT Wonogiri. “Kami akan tunjukkan kepada dirjen bahwa GTT/PTT di Wonogiri ini ada orangnya,” katanya. 

Saat dikonfirmasi apakah aksinya ini tidak mengorbankan anak didik? Sunthi menyebut bahwa tidak ada niatan untuk mengorbankan anak didik. Hanya saja, selama ini GTT/PTT tidak dianggap ada oleh pemerintah pusat. 

“Tidak ada niatan mengorbankan anak-anak, tapi apa boleh buat? Kami ini tidak di-uwongke sama pemerintah pusat, kita tidak dianggap,” katanya. 

Kemudian, saat dikonfirmasi apakah aksinya ini akan berlanjut hingga 31 Oktober mendatang sesuai perintah FPHI pusat? Sunthi menyebut bahwa pihaknya masih akan menunggu perkembangan selama tiga hari ke depan. 

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Siswanto menyayangkan aksi mogok yang kembali dilakukan oleh para GTT/PTT. Hanya saja, pihaknya dalam batas untuk berbagi pengertian.

“Kami menyayangkan. Hanya saja mungkin dari GTT/PTT belum ada gambaran pasti ke depan seperti apa,” kata Siswanto, Minggu (14/10) malam. 

Kemudian, antisipasi yang diambil disdikbud masih sama seperti awal pekan lalu. Yakni dengan memaksimalkan semua sumber daya yang ada agar anak didik tidak telantar. 

Seperti diberitakan aksi mogok mengajar dan bekerja GTT/PTT Wonogiri sebelumnya dilakukan serentak 8-9 Oktober lalu. Aksi ini akhirnya mendapat respons dari Kemendikbud dengan mengutus sejumlah pejabatnya untuk audensi dengan perwakilan GTT/PTT di Wonogiri. Ada tiga tuntutan yang diajukan,  yakni cabut Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 36 Tahun 2018 yang dinilai merugikan guru dan pegawai honorer berusia 35 tahun ke atas. Mendesak stop rekrutmen CPNS lewat jalur umum dan menuntut status CPNS tanpa memberatkan dengan tes tertulis melalui mekanisme Perppu (peraturan pemerintah pengganti undang-undang).  (kwl/bun)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia