Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Wirausaha Muda Butuh Intervensi Pemerintah

15 Oktober 2018, 14: 12: 44 WIB | editor : Perdana

UMKM LOKAL: Wirausaha muda di Klaten difasilitasi untuk mengenalkan berbagai produknya andalannya dalam pameran di Gedung RSPD Sunan Pandanan Klaten, Sabtu (13/10).

UMKM LOKAL: Wirausaha muda di Klaten difasilitasi untuk mengenalkan berbagai produknya andalannya dalam pameran di Gedung RSPD Sunan Pandanan Klaten, Sabtu (13/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN – Pameran pangan lokal digelar di Halaman Gedung RSPD Sunan Pandanaran, akhir pekan lalu (13/10). Sebagai wadah bagi wirausaha muda untuk mempromosikan berbagai hasil produksinya. Terutama di bidang kuliner.

Pada kesempatan ini, para pengusaha berharap adanya intervensi dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Guna mendukung pengembangan usaha mereka.

”Kami memang merasa terbantu karena bisa mempromosikan produk ke masyarakat. Tapi harus memperhatikan usaha menengah kecil juga. Bisa memberikan pelatihan untuk wirausaha mudah, khususnya kepada muda-mudi karang taruna,” jelas Wakil Bendahara Karang Taruna Kabupaten Klaten sekaligus wirausaha muda, Sri Neni Windasari kepada Jawa Pos Radar Solo, Minggu (14/10).

Adanya intervensi ini diklaim bisa mendukung lahirnya wirausaha muda baru di Kota Bersinar. Mulai dari pengembangan dan mengedukasi pelaku usaha dalam wujud pelatihan. Termasuk di dalamnya menyangkut pengembangan usaha.

Winda juga menyoroti kendala dalam mengakses permodalan bagi para pelaku wirausaha muda. Ambil contoh pengajuan kredit untuk modal usaha ke perbankan. Harus menggunakan jaminan. Kendala lainnya, biasanya pihak perbankan mempertimbangkan usia dan bentuk usaha yang dijalankan.

”Dalam mengakses modal di perbankan, kami sering terbentur persyaratan administrasi itu. Padahal sebagai wirausaha muda, modal yang dibutuhkan tidak besar. Saya harap kendala ini bisa difasilitasi pemerintah daerah sehingga aksesnya lebih dimudahkan,” urai Sri.

Sementara itu, potensi munculnya wirausaha muda dari kalangan karang taruna cukup terbuka lebar. Mendidik para pemuda untuk berdikari. Harapannya ini bisa menekan angka pengangguran.

Ada sejumlah karang taruna di tingkat desa yang sudah mandiri. Usaha yang dikelola merupakan inisiatif dan potensi di daerah masing-masing. Contohnya Kecamatan Tulung melalui budidaya bunga hias. Serta kuliner di Kecamatan Kalikotes.

”Selama ini kami mendapatkan fasilitas dari Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Dsparbudpora) Klaten melalui perlombaan wirausaha muda. Tahun ini 10 wirausaha muda terbaik dalam delapan aspek penilaian, masing-masing mendapatkan Rp 5 juta,” ujar Sri.

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (DPKPP) Klaten, Joko Siswanto menambahkan, produk dalam pameran pangan lokal tidak kalah dengan yang ada di pasaran. Termasuk hasil produksi dari para wirausaha muda. Mulai dari ikan wader hingga cetol crispy.

”Setelah mereka kami undang, ternyata hasil produknya tidak kalah dengan industri sebenarnya. Selanjutnya meningkatkan promosinya dan pemasaran. Terutama untuk cakupan pasar yang lebih luas lagi,” tandas Joko. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia