Rabu, 19 Jun 2019
radarsolo
icon featured
Olahraga
Indonesia basketball League 2018

Stapac Menang Dramatis di Detik-Detik Akhir

15 Oktober 2018, 15: 26: 27 WIB | editor : Perdana

Stapac Menang Dramatis di Detik-Detik Akhir

SOLO – Indonesia basketball League (IBL) akhirnya menggelar ajang pre seasonnya musim ini, yang digelar  di Sritex Arena Solo pada 14-21 Oktober.

Ada 10 klub basket profesional yang bertanding di turnamen ini, yang disebar di dua grup berbeda.

Di Grup Merah ada nama Satria Muda Pertamina, Siliwangi Bandung, NSH, Satya Wacana Salatiga, dan Garuda Bandung. 

Sementara itu di Grup Putih, terdapat nama klub Pelita Jaya Jakarta, BSB Hangtuah Sumsel, Bima Perkasa Jogja, Stapac Jakarta, dan Pacific Caesar Surabaya.

Di hari pertama kemarin, banyak pertandingan mendebarkan terjadi. Persaingan super sengit terjadi antara BPD DIY Bima Perkasa Jogja melawan Stapac Jakarta. 

Dua game awal, ternyata di luar dugaan Stapac yang bermaterikan nama-nama beken seprti Kaleb Ramor gemilang, Abraham Damar Grahita, Fandi Andika Ramadhani hinggaMuhammad Thoyip tertinggal dari sisi dulangan poin. Mulai dari 15-17 di kuarter pertama, dan 22-25 di kuarter kedua.

Kuarter ketiga, Stapac akhirnya bangkit. 22 poin berhasil mereka ciptakan di kuarter ini, dan sukses berbalik unggul 44-41 dari Bima Perkasa. Sempat hampir harus menjalani ovbertime 1 menit laga sisa dalam kedudukan 53-53, ternyata defense Bima Perkasa kendor. Lima poin masuk ke jaring mereka, yang membuat kedudukan berakhir 58-53 untuk kedudukan Stapac.

”Jelas kita kecolongan. Anak-anak kurang fokus tadi di akhir-akhir laga,” terang pelatih Bima Perkasa, Raoul Miguel Hadinoto kepada Jawa Pos Radar Solo usai laga kemarin. 

Di kubu pemenang, mereka memandang kuarter pertama dan kuarter kedua timnya memang bermain dengan kondisi yang kurang memuaskan. ”Kami senang bisa bangkit di akhir laga, termasuk memenangkan pertandingan kali ini. target utama kami di turnamern ini adalah melihat kekuatan komposisi tim kami,” terang head coach Stapac, Giedrius Zibenas. 

Sementara itu di laga lainnya, klub Satya Wacana (SW) Salatiga harus puas merasakan kalah perdananya, dari tim tangan NSH dengan skor tipis 65-61.

Sejak kuarter pertama tim SW sudah tertinggal 13-21, dan berlanjut 29-33 di kuarter kedua. 

Kuarter ketiga, SW akhirnya bangkit dan hanya tertinggal setengah bola (48-49). Kejar mengejar angka terjadi di game terakhir. Sayang hasil akhir 65-61, berhasil di raih untuk keunggulan NSH.

Pertandingan di grup merah lainnya juga berjalan dengan ketat di hari pertama kemarin. Garuda Bandung berhasil menang telak 73-52, saat bertemu Bogor Siliwangi. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia