Sabtu, 17 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Nasional

Ganjar Kunjungi Palu Bangun Hunian Sementara

Senin, 15 Oct 2018 17:44 | editor : Bayu Wicaksono

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menengok lokasi Likuefaksi di Petobo, Senin (15/10).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menengok lokasi Likuefaksi di Petobo, Senin (15/10).

PALU - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo tiba di Palu Sulawesi Tengah, Senin (15/10) untuk mengunjungi korban bencana dan memantau tim relawan asal Jateng yang sedang diperbantukan di daerah tersebut. Di lokasi bencana yang merenggut ribuan korban, Ganjar berkeliling melihat situasi dan kondisi pasca bencana. Termasuk menengok proses pembuatan hunian sementara (huntara) yang dibangun tim relawan asal Jateng di Petobo Baru, Palu Selatan, Kota Palu.

Saat meninjau lokasi, Ganjar yang didampingi Kepala BPBD Jateng Sarwa Pramana dan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Yulianto Prabowo berdialog dengan masyarakat yang menjadi korban. Salah satunya Anita yang baru saja melahirkan sehari sebelum bencana melanda. “Ini anak ketiga saya pak, baru lahir sehari sebelum gempa,” kata Anita yang tengah menggendong bayinya.

Melihat kondisi itu, Ganjar langsung terenyuh dan tidak dapat berkata apa-apa. Untuk itu, ia menekankan pembangunan 100 unit huntara yang berasal dari bantuan beberapa pihak seperti APBD Provinsi Jateng, Korpri, Bank Jateng, Baznas, PMI, Undip dan instansi lainnya itu harus cepat dilaksanakan. “Targetnya minggu ini harus selesai, apalagi saat ini sudah memasuki musim penghujan, kan kasihan kalau pengungsi tidur di tenda,” katanya.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau lokasi hunian sementara yang dibangun Tim BPBD Jateng di Petobo,  Kecamatan Palu Selatan, Kota palu,Senin (15/10).

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo meninjau lokasi hunian sementara yang dibangun Tim BPBD Jateng di Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota palu,Senin (15/10).

Selain meninjau proses pembuatan huntara, Ganjar juga sempat singgah di sekolah darurat SD inpres Jono Oge, yang mulai aktif kegiatan belajar mengajar dengan segala keterbatasan. Selepas itu, Ganjar menuju pengungsian pos 5 Desa Lolu yang dipenuhi ribuan pengungsi.

"Kelanjutan pendidikan anak-anak kami bagaimana, Pak? Sekolah ambruk. Pemulihan ekonomi bagaimana, ekonomi lumpuh total," adu salah satu warga, Fathurahman.

Kondisi bencana gempa dan tsunami yang meluluhlantakkan Palu, Sigi dan Donggala Sulawesi Tengah itu ungkap Ganjar sangat parah dan membutuhkan waktu serta dana yang tidak sedikit untuk memulihkannya. Menurut dia, hal itu tidak mungkin hanya dilakukan pemerintah daerah setempat atau pemerintah pusat. Harus ada skema baru dalam penanganan kebencanaan yang skalanya besar seperti di Sulteng ini.

“Ada baiknya Presiden atau Mendagri memerintahkan agar setiap kabupaten/Kota se Indonesia bisa membantu berapapun apapun. Syukur-syukur jika problemnya adalah perumahan maka relokasi tetapkan berapa rumah akan dibangun, jadi kita arisan. Jadi ada anggaran negara yang kita pakai untuk gotong royong," tegasnya.

Pada kunjungan itu, Ganjar juga menyempatkan mampir ke Pasar Swalayan Palu Mitra Utama di Jl Wolter Monginsidi. Ia berbelanja sendiri ratusan mainan dan alat tulis kemudian mengirimkannya ke pos pengungsian Desa Lolu. Malam harinya Ganjar tidur di tenda posko BPBD Jateng yang bertempat di Kantor BPBD Provinsi Sulawesi Tengah.

Di Palu, Ganjar pun menyempatkan bertemu dengan Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola untuk menyampaikan bantuan serta dukungan. Untuk membantu pemulihan, masyarakat Jawa Tengah telah mengirim bantuan lebih dari Rp 2 miliar.

Ia mengatakan masyarakat Jawa Tengah akan terus mengirim bantuan, terlebih setelah melihat langsung kondisi beberapa wilayah terdampak. "Ini bentuk cinta dan sayang kami pada masyarakat Sulteng, kami berharap Sulteng segera dan harus bangkit, kalian tidak sendirian," katanya.

Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Jawa Tengah. "Inilah kondisi yang kami alami, memang gempa ini luar biasa, menurut peneliti ini gempa yang berdampak paling sempurna. Ada tsunami, likuifaksi dua macam yang mengalir dan menyedot. Ada jalan yang diblender di Jono Oge. Itu hanya ada di sini di seluruh dunia. Lengkap sudah dampak gempanya," katanya saat menerima Ganjar di ruang kerjanya.

Kepada Ganjar, Walikota Palu Hidayat dan Wakil Bupati Sigi Paulina, Kalakar BPBD Jateng Sarwa Pramana, dan Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo, Longki mengaku masyarakat Sulteng saat ini memerlukan dukungan moral maupun material.

"Dari balik kejadian ini kami hanya bisa berpasrah dan introspeksi mudah-mudahan ada hikmahnya bagi kami. Atas dukungan, dorongan, motivasi kami sampaikan terima kasih. Kami semua mudah-mudahan masih bisa lanjut dan kami ada di tengah masyarakat," katanya.

(rs/bay/bay/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia