Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Features

Wow, Aplikasi Karya Pelajar Wonogiri Ini Bikin Harga Daging Jadi Murah

Selasa, 16 Oct 2018 08:30 | editor : Fery Ardy Susanto

Tiara dan Grace tunjukkan teknis rintisan aplikasi Myqurban.

Tiara dan Grace tunjukkan teknis rintisan aplikasi Myqurban. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

PANJANGNYA rantai perdagangan sapi dinilai merugikan petani dan pembeli. Sebagai solusinya, dua siswi SMAN 2 Wonogiri merintis aplikasi berbasis Android untuk memangkas rantai perdagangan hewan ternak.

Adalah Tiara Kasih, 18, dan Grace Aprilydia Sinaga, 17. Bukan hanya memudahkan transaksi hewan ternak, dari aplikasi MyQurban, mereka juga mendapatkan juara tiga tingkat nasional ajang Parade Cinta Tanah Air yang digelar Kementerian Pertahanan dan Keamanan bulan lalu.

Saat bertemu Jawa Pos Radar Solo, Tiara dan Grace baru saja selesai mengikuti pelajaran olahraga. Namun, mereka tetap bersemangat berbagi cerita tentang MyQurban didampingi Kepala SMAN 2 Wonogiri Endang Sunarsih dan guru pembimbing Siti Yuliani.

"Kita sudah melakukan penelitian dan menunjukkan sebagian besar penduduk Wonogiri ini petani. Nah, petani Wonogiri sebagian besar punya hewan ternak, rata-rata punya tiga sapi atau kambing,” ujar Tiara diamini Grace.

Sayangnya, dalam kondisi mendesak, sejumlah petani biasa menjual hewan ternaknya dengan harga sangat murah. Padahal kalau sampai di kota dan sudah jadi daging, harganya bisa dua kali lipat. Dari petani sekitar Rp 35 ribu per kilogram (kg), sampai ke konsumen, harga daging bisa tembus Rp 70 ribu per kg.

Dari penelitian sederhana Tiara dan Grace, mahalnya daging sapi sampai ke konsumen disebabkan panjangnya rantai perdagangan ternak. Karena itu, MyQurban digagas untuk memangkas rantai perdagangan hewan ternak.

"Ada banyak rantai perdagangan hewan ternak yang bisa dipangkas. Mulai dari blantik, pedagang sapi lokal, bandar sapi besar, pedagang besar di kota, makelar, dan pengecer. Hanya menyisakan petani dan pembeli, MyQurban ada di tengahnya," ungkap Grace.

Melalui aplikasi ini, imbuh dia, petani cukup registrasi kemudian memasukan data sapi. MyQurban juga menyediakan fasilitas dokter hewan dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk memberikan sertifikasi kesehatan hewan. Sehingga tidak mengecewakan pembeli. Dokter hewan ini akan memberikan sertifikasi kesehatan, misalnya bebas penyakit kuku dan mulut.

"Harga hewan ternak disesuaikan harga pasar yang selalu di-up-to-date melalui website MyQurban. Harga ternak dijual per kilogram. Untuk menentukan beratnya, cukup dengan memasukan data lingkar perut dan panjang tubuhnya, nanti bisa ketemu beratnya," tambah Tiara.

Hanya saja, aplikasi ini masih dalam bentuk prototipe sehingga belum bisa di-download di Playstore maupun Appstore. Tapi, nantinya dipastikan ditindaklanjuti. Minimal dikembangkan untuk wilayah Wonogiri dahulu.

"Karena kalau bikin aplikasi seperti itu, ada tahap-tahapnya,” terang Grace.

Kepala SMAN 2 Wonogiri Endang Sunarsih menyebut ada beberapa tokoh, di antaranya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang mengapresasi MyQurban karena dapat merampingkan enam pekerjaan.

"Supaya kita juga tidak menghilangkan pekerjaan atau mata pencaharian mereka. Masih bisa terlibat dalam aplikasi ini dengan peran yang akan disediakan melalui aplikasi," ujar dia. 

Endang berharap, pemerintah daerah bisa berkontribusi untuk hasil karya Tiara dan Grace sebab sesuai dengan visi misi pembangunan Kabupaten Wonogiri, yakni memakmurkan petani. (*/wa)

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia