Selasa, 13 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga
Porprov Jateng 2018

Solo-Sukoharjo Berlatih Bersama

Selasa, 16 Oct 2018 21:35 | editor : Perdana

OPTIMISTIS: Tim sepatu roda Kota Solo yang dipersiapkan untuk ajang Porprov Jateng.

OPTIMISTIS: Tim sepatu roda Kota Solo yang dipersiapkan untuk ajang Porprov Jateng. (AULIA EDWINDA/RADAR SOLO)

SOLO – Menjelang bergulirnya Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2018 yang akan dilaksanakan di Kota Solo 19 Oktober yang akan datang, para atlet  tarus mematangkan persiapannya. Salah satu yang yang optimis tersebut, adalah tim sepatu roda dari Kota Solo dan Kabupaten Sukoharjo.

Kebetulan kedua kontingen ini menjalani latihan bersama di Velodrome Manahan, Minggu (15/10).

Mereka juga memanfaatkan Velodrome Manahan untuk berlatih rutin, sembari beradaptasi di venue pertandingan Porprov nanti.

Tim Kota Solo menyiapkan empat atlet putra dan empat atlet putri untuk Porprov tahun ini. Para atlet andalan ini merupakan hasil dari seleksi bertahap yang dilakukan Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Solo.

”Secara keseluruhan persiapan yang kami lakukan sudah matang dan para atlet sudah siap bertanding,” jelas Ketua Umum Perserosi Kota Solo, Bangkit Riyanto kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Pada ajang pesta olahraga terbesar di Jawa Tengah ini, tim sepatu roda Kota Solo 8 medali, masing-masing terdiri dari tiga emas, dua perak dan tiga perunggu. ”Target kontingen Solo sendiri tidak muluk-muluk. Kita menargetkan medali sama seperti Porprov di Banyumas tahun lalu. Ya minimal sama, syukur bisa lebih,” ujar Pelatih Tim Sepatu Roda Kota Solo, Herman Budiono.

Di sisi lain, tim sepatu roda Kabupaten Sukoharjo juga mengungkapkan hal yang senada. Mereka mengaku siap bertanding di Porprov tahun ini. Akan tetapi mereka mempunyai kendala mengenai usia para atletnya, yang memang muda-muda.

”Siap atau tidak, kita harus siap. Yang berat bagi kami adalah persoalan usia atlet, karena untuk Porprov ini kan Free For All tanpa batasan umur, sedangkan sedangkan usia atlet kita yang paling tua saja masih tingkat SMP,” ungkap Kabid Binpres Sukoharjo, Novita Erry. 

Ia juga menambahkan bahwa ia tidak membebankan atau menargetkan medali untuk para atletnya. Ia hanya menegaskan kepada para atletnya untuk bermain maksimal. (mg16/mg10/nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia