Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Bus Antikorupsi Sambangi Kota Bersinar

Rabu, 17 Oct 2018 13:50 | editor : Perdana

ROADSHOW: Komisaris KPK Basaria Panjaitan (dua dari kiri) bersama Bupati Klaten Sri Mulyani naik di atas bus antikorupsi yang menyambangi Klaten, Selasa (16/10).

ROADSHOW: Komisaris KPK Basaria Panjaitan (dua dari kiri) bersama Bupati Klaten Sri Mulyani naik di atas bus antikorupsi yang menyambangi Klaten, Selasa (16/10). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Komisi pemberantasan Korupsi menggelar road show di Kota Klaten, Selasa (16/10). Hadir bersama bus antikorupsi. Harapannya kasus yang pernah menjerat mantan Bupati Sri Hartini terkait jual beli jabatan tidak terulang lagi.

KPK meminta budaya menyetor uang demi menduduki jabatan tertentu tidak dilakukan. Seperti diutarakan Komisioner KPK Basaria Panjaitan. Saat mengajak Bupati Klaten, Sri Mulyani melongok isi bus antikorupsi.

”Sekarang banyak dan sering kita dengar jual beli jabatan. Saya ingatkan kembali, kasus yang sama, jual beli jabatan pernah terjadi di kabupaten ini. Apa bapak ibu masih ingat?” tanya Basaria kepada tamu undangan yang memadati Gedung RSPD Sunan Pandanaran Klaten.

Basaria menegaskan agara kasus tersebut tidak terulang lagi. Sebab dirinya sangat menyayangkan jika terjadi kesalahan serupa di tempat yang sama pula. Ia memberikan istilah bebal.

”Saya ulangi lagi, sudah pernah terjadi. Jangan sekali-kali bapak ibu mengulangi lagi. Ketika naik pangkat apa di sini masih ada yang bayar? Jangan berbohong, itu dosa lho,” ujar Basaria.

Ada berbagai hal yang harus ditanggung pelaku jika terciduk KPK. Rasa malu sudah pasti. Termasuk jabatan yang diidamkan dengan cara menyuap bakal hilang.

”Belum lagi terkait keluarga di rumah. Bisa berantakan. Tidak ada lagi yang namanya sahabat karena semua menjauh. Takut terlibat,” bebernya.

Bupati Klaten, Sri Mulyani meminta roadshow bus antikorupsi ini memberikan manfaat kepada lingkungan Pemkab Klaten. Terutama membentuk karakter Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang jujur dan transparan dalam bekerja.

”Kami mengharapkan acara ini mampu meneguhkan dan menambah keyakinan PNS untuk bersih dalam bekerja. Menegakan komitmen menjadi pribadi dengan karakter keberanian untuk jujur. Karena berani jujur itu hebat,” tandasnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia