Kamis, 23 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

RSUD Semanggi Beroperasi 17 Agustus 2019

17 Oktober 2018, 16: 52: 24 WIB | editor : Perdana

SUDAH 51 PERSEN: Wali Kota Rudy dan rombongan mengecek bangunan RSUD Semanggi yang masih dalam tahap pembangunan kemarin (16/10).

SUDAH 51 PERSEN: Wali Kota Rudy dan rombongan mengecek bangunan RSUD Semanggi yang masih dalam tahap pembangunan kemarin (16/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) Semanggi, Pasar Kliwon telah mencapai 51 persen. Pemkot berencana mengoperasikan rumah sakit yang berdiri di lahan 9.800 meter persegi itu tepat di Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2019.

Saat ini hasil pekerjaan fisik RSUD Semanggi telah terlihat. Dinding bangunan sudah terpasang di enam lantai. Wali Kota Surakarta F.X. Hadi Rudyatmo memperkirakan penyelesaian pekerjaan fisik rampung pada Mei 2019. Dua bulan kemudian seluruh alat kesehatan disiapkan di RSUD kedua milik pemkot itu.

“Agustus kita mulai operasional. Rawat inap dan rawat jalan sudah dibuka sambil menunggu izin operasional,” kata Rudy di sela peninjauan RSUD Semanggi, Selasa (16/10).

Secara kualitas, Rudy menilai proyek RSUD Semanggi lebih baik dari RSUD Ngipang, Banjarsari. Hal itu terlihat dari kondisi bahan yang digunakan maupun waktu pengerjaan. Dia menegaskan salah satu penyebab bagusnya pekerjaan RSUD Semanggi adalah penggunaan anggaran yang terbuka dan maksimal.

“Nek ora dikorupsi lak yo dadi apik. Ini lebih baik dari Ngipang,” katanya. Pembangunan RSUD Semanggi sendiri menggunakan APBD Kota Surakarta 2018 senilai Rp 192 miliar. Di tahun yang sama pemkot mendapatkan dana dari APBD Perubahan Provinsi Jawa Tengah senilai Rp 5 miliar.

Dana tersebut akan digunakan untuk membuat empat ruang operasi. Selanjutnya untuk pemenuhan alat kesehatan, pemkot menganggarkan kembali pada APBD Kota Surakarta Tahun 2019.

“Kita akan bangun dulu ruang operasi. Sesuai dengan standar rumah sakit kelas C, harus ada ruang operasi khusus anak, penyakit dalam, bedah, dan spesialis obgyn. Setelah itu kita menggunakan Rp 85 miliar dari APBD kota untuk pengadaan alat,” beber Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Siti Wahyuningsih.

Untuk pengoperasian awal, lanjut Ning, RSUD Semanggi akan membuka layanan kesehatan dasar bagi masyarakat. Setelah itu pemkot secara bertahap akan membuka seluruh pelayanan kesehatan sesuai dengan standar rumah sakit tipe C.

“Saat ini kita mengejar izin operasional dulu saja. Kalau sudah punya kan bisa kita ‘jual’ untuk mengajukan anggaran,” katanya. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia