Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Dinkes Boyolali Kirim Tim Medis dan Koki ke Sulteng

18 Oktober 2018, 19: 01: 03 WIB | editor : Perdana

KEMANUSIAAN: Tim medis Dinas Kesehatan Boyolali memeriksa kehamilan warga terdampak gempa dan tsunami di tenda pengungsian di Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (17/10).

KEMANUSIAAN: Tim medis Dinas Kesehatan Boyolali memeriksa kehamilan warga terdampak gempa dan tsunami di tenda pengungsian di Donggala, Sulawesi Tengah, Rabu (17/10).

Share this      

BOYOLALI – Kepedulian ditunjukkan Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali dalam upaya membantu korban bencana alam. Melalui pengiriman sejumlah tim medis dan koki ke Palu, Sigi, Donggala, Sulawesi Tengah. Pengiriman tim kemanusian dilakukan secara bertahap. Mulai 7-18 Oktober. Program ini diberi nama ”Genggam Jemari untuk Indonesia”.

Genggam Jemari untuk Indonesia beranggotakan 27 orang. Terdiri dari 6 orang tim medis dan sisanya 21 orang dari tim dapur umum. Mereka berangkat melalui jalur udara via Makassar, Sulawesi Selatan. Kemudian bergabung dengan tim Batalyon Infanteri 711/Raksatama menuju ke Desa Mekarbaru, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala.

”Di dalam tim medis ada dokter, bidan, perawat, dan personel khusus pengananan kegawatdaruratan, evakuasi, dan pencegahan. Tim dapur umum bekerja sama dengan salah satu warung makan di Boyolali. Mengirimkan sejumlah karyawan untuk diperbantukan di dapur umum,” kata Kepala Dinkes Boyolali, dr. Ratri S Survivalina kepada Jawa Pos Radar Solo, Rabu (17/10).

Di Donggala, tim medis aktif membantu ibu hamil yang merupakan warga terdampak bencana. Baik pemeriksaan kehamilan, proses melahirkan, hingga pascamelahirkan. Tak lupa, ibu hamil juga diberikan nutrisi dan gizi yang tepat.

Selain pengiriman tim Genggam Jemari untuk Indonesia, Dinkes Boyolali juga sudah mengumpulkan donasi sebesar Rp 20 juta. Donasi diberikan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan. Seperti rumah hancur atau keperluan ibu hamil.

Di sisi lain, selama ini penggalangan dana yang dilakukan kelompok masyarakat belum mendapat restu dari pihak terkait. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali selama ini belum pernah sekali pun memberikan izin atau rekomendasi kepada kelompok masyarakat untuk menggalang dana.

”Saya belum pernah mengizinkan satu pun untuk melakukan penggalangan dana atas musibah gempa dan tsunami di Sulteng,” ujar Kepala BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia