alexametrics
Senin, 30 Nov 2020
radarsolo
Home > Karanganyar
icon featured
Karanganyar

Puluhan Warga Gruduk Kantor PUDAM 

24 Oktober 2018, 20: 35: 59 WIB | editor : Perdana

BANJIR KELUHAN: Sejumlah warga Desa Ngemplak Karangpandan mendatangi kantor cabang PUDAM Karangpandan, untuk ptotes penyaluran air ke daerah mereka tersendat.

BANJIR KELUHAN: Sejumlah warga Desa Ngemplak Karangpandan mendatangi kantor cabang PUDAM Karangpandan, untuk ptotes penyaluran air ke daerah mereka tersendat. (RUDI HARTONO/RADAR SOLO)

Share this      

KARANGANYAR - Puluhan warga di empat dukuh di Desa Ngemplak, Karangpandan, Karanganyar, nekat menggruduk kantor cabang Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) unit Karangpandan (22/10) pagi. 

Mereka nekat mendatangi kantor yang berada tak jauh dari Pasar Karangpandan tersebut, lantaran mempertanyakan kejelasan nasib warga yang sudah sepekan kesusahan mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. 

Massa mendatangi kantor cabang PUDAM Karangpandan sekitar pukul 08.00 WIB, dengan menggunakan kendaraan bak terbuka. 

Setelah sampai berada di kantor tersebut, sejumlah warga langsung menggelar aksi mempertanyakan penyaluran air yang tersendat tersebut. 

Warga juga menanyakan kenapa pihak dari PUDAM malah mengembangkan saluran baru untuk mengisi reservoir yang ada di wilayah Karangpandan. 

"Dibereskan dulu untuk warga yang ada di Karangpandan ini, sepekan kami sudah kesulitan untuk mendapatkan air bersih, tapi kenapa malah mengembangkan saluran baru lagi," kata salah satu koordinator warga Remanto. 

Hal senda juga diungkapkan warga Karangpandan, Parmanto. Dirinya berharap kepada pihak PUDAM Karangpandan untuk menghentikan sementara proses pengembangan saluran baru, dengan memasang sejumlah pipa yang mengalir di wilayah Karangpandan. 

"Diselesaikan dulu kebutuhan yang ada di masyarakat Karangpandan, baru nanti bisa mengembangkan lagi untuk yang lain," terang Parmanto. 

Sementara itu Direktur PDAM Karanganyar Prihanto mengaku saat ini pihaknya baru berkoordinasi dengan sejumlah kepala unit PUDAM yang ada di wilayah Karanganyar perihal hal tersebut. Prih mengaku, saat ini debit air menurun hingga 50 liter perdetik. 

"Kondisi cuaca sangat menentukan, dan debit air juga terus berkurang draktis. Terus terang kami juga merasa kesulitan untuk bisa menyediakan kebutuhan air bersih di musim yang seperti saat ini," jelas Prihanto. (rud/nik)

(rs/rud/per/JPR)

 TOP