Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Solo

Ibu Teledor, Anak Dilindas Tronton hingga Tewas

26 Oktober 2018, 01: 03: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Truk tronton yang menabrak pengendara Honda Vario diamankan di Satlantas Polresta Surakarta, Kamis (26/10).

Truk tronton yang menabrak pengendara Honda Vario diamankan di Satlantas Polresta Surakarta, Kamis (26/10). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Anak berusia 8 tahun bernasib tragis setelah terpental dari motor ibunya di ruas Jalan Ahmad Yani Solo atau tepatnya di bundaran patung Wisnu Manahan, Kamis (26/10). Kecelakaan ini dipicu Honda Vario warna putih nopol AD 2915 YH yang mereka kendarai memotong jalan lalu ditabrak truk tronton.

Motor dikendarai ibu korban, Neni Susanti Maryawati, 41, warga Kampung Rejosari, RT 01 RW 13, Kelurahan Gilingan Kecamatan Banjarsari. Sang ibu selamat dalam kecelakaan ini. Namun sayang sang anak, Amanda Alfionita Jasmine, 8, meninggal di lokasi karena terlindas ban truk.

Sedangkan truk tronton warna putih dengan nopol Z 9776 MM dikemudikan Agus Gustaman,50, warga Cikondang RT 01 RW 03 Sukalaksana, Bunggursari, Tasikmalaya, Jawa Barat.

Joko Saptono, 31, saksi mata kejadian mengatakan, sekitar pukul 14.00 WIB, Honda Vario dan truk tronton sama-sama berjalan dari arah utara menuju selatan. Semula Honda Vario berjalan di samping kiri truk. Saat traffic light menyala hijau Honda Vario menyalip truk. Kemudian memotong jalan di depan truk karena mau belok kanan arah Colomadu.

“Karena jaraknya sangat dekat, truknya tidak sempat mengerem, akhirnya tertabrak. Motornya terpental, sedangkan anaknya terlindas ban,” terang Joko kepada Jawa Pos Radar Solo.

Setelah kejadian tersebut, kendaraan yang ada di belakangnya langsung berhenti. Warga yang berada di lokasi juga langsung melakukan evakuasi. Tidak berapa lama ada ambulans datang ke lokasi kejadian. Kemudian kedua korban dilarikan ke rumah sakit, sedangkan truk sepeda motornya dibawa ke dalam area Kodim yang kebetulan tak jauh dari lokasi kejadian agar tidak memicu kemacetan.

Ditemui di pos penjagaan Kodim0735/Surakarta, sopir truk Agus mengatakan, dirinya tidak sadar ada sepeda motor yang memotong jalan di depannya.

“Karena saya fokus lihat depan. Tidak sadar ada sepeda motor dari kiri memotong jalan ke kanan, tapi saya kerasa seperti melindas sesuatu, kemudian saya rem. Setelah keluar dari truk ternyata saya menabrak motor,” kata Agus.

Agus sendiri mengaku baru saja selesai melakukan bongkar muat semen di Depo Stasiun Balapan Solo, dan hendak pulang ke Cilacap.

“Datang ke Solo Rabu (24/10) malam. Ini mau pulang tapi malah begini,” ujarnya.

Kanitlaka Satlantas Polresta Surakarta, Iptu Bambang Subekti menuturkan, pihaknya saat ini masih melakukan penyelidikan dan olah TKP. Kedua kendaraan yang terlibat sendiri langsung diamankan ke Markas Satlantas Polresta Surakarta sebagai barang bukti.

“Info terakhir yang saya terima hanya anaknya yang meninggal. Kedua korban dibawa ke RSUD Dr Moewardi,” beber Bekti.

Bekti menduga kejadian ini murni karena human error. Sepeda motor memotong jalan di depan truk. Dari pengamatan petugas di pos 11, memang kerap sepeda motor dari sisi kiri kemudian memotong jalan belok langsung ke kanan tanpa memerhatikan kendaraan di belakangnya. (atn/bun)

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia