Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Features
Spirit Sumpah Pemuda Tri Agus Bayuseno (TAB)

Dari Desa Sukses Taklukkan Ibu Kota

Senin, 29 Oct 2018 16:26 | editor : Fery Ardy Susanto

Ir. H. Tri Agus Bayuseno, M.H., M.Si.

Ir. H. Tri Agus Bayuseno, M.H., M.Si. (DOK.PRIBADI)

MEMILIKI tekad yang kuat dan ketekunan itulah yang menjadi kunci sukses Tri Agus Bayuseno (TAB) sukses. Sejak kecil pria kelahiran Gemolong, Sragen ini sudah hobi teknik mesin dan elektro. Meski jenjang pendidikan yang diitempuh jalur SMA, namun kamampuan otodidak TAB dalam bidang elektro luar biasa.

“Saat duduk di bangku kelas 2 saya sudah bisa perbaiki radio/tape/TV rusak. Awalnya ikut bantu di kios klitikan Pasar Legi. Peralatan sederhana,biasanya kanibal dengan onderdil radio/tape yang sudah rusak lainnya, jadi gak perlu beli komponen” ujar alumni SMA 4 Surakarta ini.

Setelah lulus SMA, TAB mencoba untuk menjadi anggota TNI. Dua kali mengikuti seleksi AKABRI selalu gagal. Hingga akhirnya dia memilih untuk hijrah ke Jakarta. Berbekal keahlian yang dimiliki dalam bidang elektronik, dia bekerja sebagau sales dan tim teknis peralatan elektronik.

“Siang saya bekerja jadi sales sekaligus tim teknis, malam hari kuliah. Mengambil jurusan teknik mesin di Jayabaya. Dari sini karir saya dimulai di bidang teknik mesin. Pernah bekerja di bengkel umum sepeda motor di daerah Cibubur. Akhirnya saya berhasil lulus dengan predikat lulusan tercepat Tahun 1995. Sehingga sebelum wisuda sudah diminta bekerja di sebuah perusahaan PT Indomobil Mazda,” ungkap TAB.

Selama 13 bulan bekerja sebagai Staf Technical Service, ternyata TAB memiliki pilihan lain. Di Tahun 1996, dia memilih karir di Astra International Tbk - Honda, awal mengawali karir sebagai supervisior. Tahun 2001 TAB kembali pindah tempat tempat kerja, kali ini di Astra Honda Motor,dengan posisi sebagai asisten manager. Hingga akhirnya dipercaya menempati posisi menjadi salah satu Departement Head di PT AHM hingga 2016.

“Setelah berkarir selama 20 tahun di bidang teknik, akhirnya saya memutuskan untuk pensiun dini. Tentu saja keputusan yang saya ambil sudah melalui berbagai pertimbangan dan persiapan yang matang.  Jauh hari saya sudah merintis usaha keluarga,” ungkap TAB.

Diantaranya peternakan sapi dibawah bendera PT. Widodo Makmur Perkasa (WMP), peternakan ayam broiler di Sragen, memiliki bengkel AHASS di 7 outlet, memiliki Lembaga Pendidikan. Kesuksesan TAB dalam berkarir maupun membangun bisnis membuat banyak pihak tertarik. Sehingga banyak instansi pemerintah maupun swasta minta TAB untuk menjadi pembicara dalam pelatihan kewirausahaan.

“Saya juga mengajak pemuda dalam karangtaruna untuk belajar ilmu perbengkelan, baik bidang administrasi maupun teknik. Begitupun untuk yang bkelompok tani dan peternak, diberikan kesempatan untuk belajar sekaligus melihat secara langsung ke lokasi peternakan. Tentu saja harapan saya agar masyarakat bisa mendapatkan pembinaan sekaligus pendampingan secara langsung, sehingga diharapkan usaha yang dijalankan bisa lebih maju. Dengan demikian kehidupan mereka menjadi makin sejahtera,” tambah Caleg DPR RI Nomor Urut 1 Dapil IV Partai Hanura ini. (oh)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia