alexametrics
Kamis, 28 Jan 2021
radarsolo
Home > Pendidikan
icon featured
Pendidikan

Kalimat Tauhid

29 Oktober 2018, 16: 38: 22 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

H. Priyono, Wakil Dekan Fakultas Geografi UMS dan Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas Klaten Selatan.

H. Priyono, Wakil Dekan Fakultas Geografi UMS dan Ketua Takmir Masjid Al-Ikhlas Klaten Selatan. (DOK.PRIBADI)

Share this      

“Dan barang siapa menyembah Tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.” (QS. Al-Mu’minun: 117)

PERISTIWA pembakaran bendera bertuliskan kalimat tauhid di Garut, Jawa Barat pada awal pekan ini ,memunculkan kegaduhan di kalangan umat Islam. Hal tersebut wajar karena umat Islam sangat menjunjung tinggi kalimat tauhid ini.

Tidak diragukan lagi bahwa kalimat tauhid merupakan pondasi agama Islam sehingga posisinya sangat urgen bagi seorang yang melafalkan kalimat tersebut. Maka peristiwa tersebut bisa dijadikan sebagai momentum penting bagi umat Islam untuk mengingatkan kembali makna penting kalimat tauhid ini agar umat Islam bisa introspeksi sejauh mana ketauhidan kita.

Selanjutnya tulisan ini tidak akan membahas lebih jauh tentang peristiwa tersebut melainkan akan lebih fokus membahas tentang konsekuensi kalimat tauhid bagi seorang muslim.

Di sisi yang lain peristiwa tersebut menjadikan umat Islam makin tergugah ghirah mereka untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT karena simbol keislamannya telah dinodai. Umat Islam gampang bersatu dan bergerak secara serentak karena peristiwa tersebut tapi bisa juga umat Islam gampang terpecah karenanya. Apakah ada scenario yang terstruktur, terlalu dini utk mengupasnya.

Kalimat tauhid (laa ilaaha illallah) bersama dengan kalimat syadahat rasul (muhammadur rasulullah) merupakan Rukun Islam yang pertama dari kelima rukun Islam. Rukun Islam ini ditegaskan dalam sabda Rosulullah SAW:

“Islam dibangun di atas lima perkara: (1) Syahadat bahwa tiada tuhan yang berhak disembah dengan benar selain Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah; menegakkan shalat; menunaikan zakat; puasa di bulan Ramadhan; dan (5) berhaji ke Baitullah.” (HR Bukhari Muslim).

Rukun Islam atau arkanul islam atau pilar-pilar Islam merupakan lima tindakan dasar dalam Islam yang merupakan pondasi wajib bagi seorang muslim dan merupakan dasar dari kehidupan seorang muslim. Oleh karena itu, kelima rukun tersebut harus dipahami dengan benar dan ditunaikan dengan kesungguhan oleh setiap orang yang mengaku muslim.

Dan syarat pertama seseorang untuk menjadi seorang muslim adalah mengucapkan dua kalimat syahadat. Makna syahadat tauhid/kalimat tauhid laa ilaaha illallaah adalah tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Alloh SWT. Kalimat ini berarti menolak hak peribadahan kepada segala sesuatu selain Alloh SWT dan menetapkannya semata-mata hanya untuk Alloh SWT. Dengan demikian maka, kalimat tauhid ini bermakna sangat mendalam, baik dalam konteks misi perjuangan Islam maupun dalam konteks akidah Islam.

Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Mu’minun: 117: “Dan barangsiapa menyembah Tuhan yang lain selain Allah, padahal tidak ada suatu bukti pun baginya tentang itu, maka perhitungannya hanya pada Tuhannya. Sungguh orang-orang kafir itu tidak akan beruntung.”

Ayat di atas menjelaskan bahwa siapapun yang menyembah sesembahan lain bersama Alloh SWT tanpa memiliki dalil yang menunjukkan keberhakan sesembahan tersebut untuk disembah, maka Allah pasti akan membalasnya atas perbuatan syiriknya itu. Dan ditegaskan pula bahwa orang-orang kafir sungguh tidak akan beruntung. Sedangkan yang beruntung hanyalah orang-orang yang hanya menyembah dan beribadah kepada Allah SWT semata.

Dengan demikian, kalimat tauhid merupakan kalimat yang agung. Konsekuensi yang dikandung oleh orang yang telah mengucapkan kalimat tauhid adalah hanya menyembah Allah SWT serta mematuhi syariat-Nya, mengimani dan meyakini bahwa syariat-Nya adalah benar. Seseorang yang telah mengikrarkan kalimat tauhid maka ia harus mengikhlaskan dan berkomitmen bahwa ibadahnya hanya kepada Allah SWT dan meninggalkan segala bentuk peribadahan kepada selain Dia.

Kalimat tauhid bermakna mengesakan segala bentuk peribadatan hanya untuk Alloh SWT termasuk berdoa, meminta, tawakal, takut, berharap, menyembelih, bernazar, cinta, dan selainnya dari jenis-jenis ibadah lainnya. Namun, kalimat ini tidak akan bermanfaat bagi pengucapnya jika ia tidak mengimani, tidak memahami maknanya, tidak membenarkan, dan tidak mengamalkan.

Maka orang yang mengaku muslim tetapi tetap menyembah dan beribadah kepada selain Allah SWT, sebenarnya ia belum mengamalkan kalimat tauhid dengan benar. Semoga kita semua terhindar dari dosa besar kemusyrikan. (*)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
 
 
 
 
Follow us and never miss the news