Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Disapu Angin Atap Stadion Wergu Ambruk

Rabu, 07 Nov 2018 08:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Atap Stadion Wergu Wetan roboh diterjang angin menimpa mobil, Selasa (6/11).

Atap Stadion Wergu Wetan roboh diterjang angin menimpa mobil, Selasa (6/11). (DONNY SETIAWAN/RADAR KUDUS)

KUDUS - Atap bagian utara Stadion Wergu Wetan ambruk Selasa (6/11) sore. Itu setelah atap itu dihempas angin disertai hujan. Karena begitu kuat hempasan angin, atap ambruk membalik ke balakang stadion atau ke jalan raya depan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kudus.

Atap ambruk itu menimpa tiga mobil dan satu kendaraan bermotor (lihat grafis, Red) yang berada di belakang stadion itu. Beruntung, penumpang di kendaraan tersebut selamat. Hanya alami luka ringan.

Atap Stadion Wergu Wetan roboh diterjang angin, Selasa (6/11).

Atap Stadion Wergu Wetan roboh diterjang angin, Selasa (6/11). (DONNY SETIAWAN/RADAR KUDUS)

Salah satu korban Raharjo yang juga staf Bawaslu Kudus mengatakan, dirinya membawa mobil Avanza hitam H 9171 NQ lewat di lokasi kejadian. Dia bersama dua rekannya, Anik herawat dan Wahyu Yuliana menuju arah Timur.

Saat di depan kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan atau belakang Stadion Wergu dia memutuskan menepi. Lantaran hujan lebat dan jarak pandang terbatas. Tiba-tiba angin kencang. Ranting pohon di sekitar belakang stadion berjatuhan. Ada suara gemuruh dari arah timur. Ternyata atap stadion terhempas angin ke arah belakang stadion.

”Ambruknya atap pelan-pelan. Sampai ada suara brak di atas mobil yang saya kendarai. Ternyata tertimpa atap stadion,” jelasnya kepada Jawa Pos Radar Kudus.

Saksi lain, Kusmiyanto warga asal Demak ini membawa mobil kijang putih bernomor polisi K8714 HC. Mobilnya juga tertimpa atap dan rangka stadion. Situasi saat kejadian agak gelap. Angin berhembus kencang disertai hujan.

”Mobil saya berpapasan dengan mobil avanza hitam milik Bawaslu,” papar Kusmiyanto.

Setelah tertimpa atap dan rangka stadion, Kusmiyanto sempat terjebak di dalam mobil. Atap dan seng stadion menghalangi pintu mobilnya. Terpaksa warga harus mencongkel pintu mobil milik Kusmiyanto. Sekitar 20 menitan, Kusmiyanto berhasil dievakuasi dari dalam mobil.

“Pintu mobil saya harus dicongkel. Saya keluar dari mobil susah. Karena masih ada instalasi setrum dan beberapa seng dan rangka atap menimpa mobil saya,” jelasnya.

Situasi saat itu memang terbilang chaos lantaran atap seng dan rangka yang ambruk dibarengi dengan ranting dan batang pohon berjatuhan. Banyak warga yang ingin menonton. Itu membuat situasi tidak kondusif.

Beberapa pihak berwenang dibantu instansi lainnya datang ke lokasi sekitar 16.15. Hingga petang tim relawan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Kudus, SAR Nahdlatul Ulama, Relawan Nahdlatul Ulama, Satpol PP, dibantu warga bersama-sama membersihkan puing-puing reruntuhan stadion.

Kerugian akibat peristiwa itu belum diketahui secara pasti. Pada Senin lalu (5/11) Bupati Kudus Muhammad Tamzil sempat mewanti-wanti bahwa pengaman tribun di lantai tiga masih belum aman. (vga/zen/JPG/fer)

(rs/fer/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia