Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Iwan Janji Tanggung Biaya Hidup Keluarga Korban

Rabu, 07 Nov 2018 11:34 | editor : Fery Ardy Susanto

Terdakwa Iwan disidang di PN Surakarta, Selasa (6/11).

Terdakwa Iwan disidang di PN Surakarta, Selasa (6/11). (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

KUASA Hukum Iwan Andranacus, Joko Hariadi menuturkan, pihaknya memang menerima dakwaan yang dibacakan hakim, Selasa (6/11) pagi. Pihaknya akan mencermati hasil fakta persidangan nantinya.

“Apakah nanti pasal yang disangkakan sudah sesuai dengan fakta di lapangan dan fakta persidangan nanti,” katanya.

Di sisi lain Joko menegaskan jika kliennya pada dasarnya juga menyesali akan kejadian ini dan tidak ada unsur kesengajaan. Sebagai bentuk tanggung jawabnya, lanjut Joko, pihak Iwan sudah menyerahkan santunan awal kepada keluarga.

“Kami sudah menyerahkan santunan awal yang telah diterima dengan baik oleh keluarga almarhum pada bulan September lalu. Kami akan terus melakukan komunikasi dengan pihak keluarga almarhum,” ujarnya.

BACA: Dipeluk Ayah Korban saat Persidangan, Iwan Minta Maaf

Terkait pemberian santunan lanjutan untuk kebutuhan pendidikan, kesehatan dan biaya hidup bagi istri dan putra korban, keluarga Iwan ingin memastikan bahwa kebutuhan pendidikan, kesehatan dan biaya hidup dapat terjamin sampai dewasa.

“Keluarga Pak IA (Iwan Adranacus) sangat merasakan duka mendalam yang dirasakan oleh keluarga korban  dan berusaha untuk ikut meringankan beban tersebut. Pak IA bertanggungjawab atas terjadinya musibah ini,”  katanya,

Joko mengungkapkan, komunikasi antara keluarga Iwan dengan keluarga korban sejauh ini berlangsung sangat baik. Melalui tim kuasa hukumnya, keluarga Iwan juga telah menyampaikan secara rinci program santunan yang akan diberikan.

Terkait proses hukum, Joko menegaskan  bahwa peristiwa kecelakaan yang terjadi pada dua bulan lalu ini  merupakan musibah bagi kedua keluarga. Tidak ada unsur kesengajaan ataupun perencanaan dalam peristiwa tersebut. Karena itu, sudah semestinya proses hukum yang diterapkan dalam peradilan kasus ini menggunakan pasal kecelakaan lalu lintas.

“Hal ini karena antara klien kami dengan korban tidak pernah saling mengenal sebelumnya dan tidak punya hubungan apapun. Peristiwa kecelakaan itu sungguh disayangkan, karena juga menjadi beban yang sangat berat bagi pak IA dan musibah untuk keluarganya,” tegas Joko.

Seperti diketahui, kasus tabrakan maut ini terjadi di Jalan KS Tubun atau timur Mapolresta Manahan, Rabu (22/11). Iwan yang mengendarai Mercedes Benz AD 888 QQ menabrak  seorang pengendara sepeda motor Honda Beat, Eko Prasetio, 28, warga Jalan Mliwis, Manahan, Solo. Tabrakan ini diawali cekcok antara pelaku dan korban di jalan. (atn/bun)

(rs/atn/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia