Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Klaten

Jingle Bumil, Upaya Dinkes Tekan Angka Kematian Ibu Melahirkan

Rabu, 07 Nov 2018 14:34 | editor : Perdana

HAPPY: Ibu-ibu hamil menyanyikan jingle dalam Acara Ikrar Ibu Hamil di Gedung Sunan Pandanaran, Kompleks RSPD Klaten, Selasa (6/11).

HAPPY: Ibu-ibu hamil menyanyikan jingle dalam Acara Ikrar Ibu Hamil di Gedung Sunan Pandanaran, Kompleks RSPD Klaten, Selasa (6/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

KLATEN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten berkomitmen meminimalkan angka kematian ibu saat melahirkan. Sebab pada 2017, terdapat 18 ibu yang meninggal dunia pada saat proses persalinan berlangsung. Sedangkan tahun ini, hingga Oktober, terdapat 11 ibu yang meninggal dunia. 

Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Kesehatan (Dinkes) Klaten, Cahyono Widodo menjelaskan, banyak upaya dilakukan untuk menekan angka tersebut. Salah satunya melalui Ikrar dan Jingle Ibu Hamil di Gedung Sunan Pandanaran, RSPD Klaten, Selasa (6/11). 

“Dari acara ini kami ingin membangun komitmen untuk menjaga kondisi selama kehamilan. Mudah-mudahan November-Desember tahun ini tidak ada lagi ibu yang meninggal dunia saat melahirkan,” papar Cahyono kepada Jawa Pos Radar Solo.

Terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan seorang ibu meninggal dunia saat melahirkan. Salah satunya karena saat persalinan tersebut mengalami perdarahan hebat. Sehingga perlu menjadi perhatian bersama. Maka itu dirinya mewanti-wanti kepada ibu hamil sejak dini untuk mempersiapkan sebelum tibanya persalinan.

Cahyono mengatakan, hamil bukanlah penyakit. Melainkan kondisi normal. Sehingga dibutuhkan persiapan matang agar proses persalinan berjalan baik. Termasuk kondisi ibu dan sang bayi dinyatakan sehat. Sehingga tidak ada permasalahan berarti yang menyebabkan meninggal dunia.

”Kan ya membutuhkan persiapan bagaimana merencanakan kelahiran. Mau di mana melahirkannya? Perlu juga melakukan pemeriksaan secara rutin selama proses kehamilan berlangsung. Pastikan janin yang ada dalam perut berkembang baik,” tandasnya.

Melalui Ikrar Dan Jingle Ibu Hamil, mengingatkan para ibu untuk memeriksakan secara rutin ke fasilitas kesehatan terdekat. Selalu minum tablet penambah darah dan makanan dengan gizi seimbang. Termasuk siap mendukung inisiasi menyusu dini.

Tidak ketinggalan pula, mendorong para ibu untuk memberikan asi eksklusif selama enam bulan. Lantas melanjutkan pemberian asi sampai dua tahun. Termasuk memberikan makanan tambahan pendamping asi sehingga gizi anak tercukupi.

”Komitmen ini perlu dilakukan dalam rangka mencegah terjadinya stunting. Termasuk menjadikan ibu hamil sehat dan anak hebat. Menuju Klaten kuat dan bermartabat,” bebernya.

Dalam Ikrar Dan Jingle Ibu Hamil diikuti sekitar 400 ibu hamil dengan usia kehamilan 5-8 bulan. Mereka merupakan perwakilan dari 34 puskesmas yang tersebar di 26 kecamatan. Setiap kecamatan mengirimkan 12 ibu hamil untuk melakukan ikrar dan mengikuti perlombaan jingle.

”Selama ini kan kami memiliki kelas ibu hamil. Melalui acara seperti kita membangun secara fisik menjadikan mereka gembira dan bahagia. Menerima kondisi kehamilannya sehingga saat melahirkan dilakukan dengan nyaman,” tandas Cahyono.

Salah seorang peserta, Devi, 32, asal Desa Jetis, Kecamatan Delanggu mengaku rajin minum tablet penambah darah. Termasuk rutin memeriksakan janinnya yang sudah berusia lima bulan. ”Pemeriksaan kandungan saya lakukan sebulan sekali. Termasuk pemenuhan gizi bagi anak, saya makanan sayur dan buah yang seimbang,” ujarnya. (ren/fer)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP

Subscribe

E-Paper
Follow us and never miss the news
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia