Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis

Potensi Ekspor Industri Mebel Meningkat

Rabu, 07 Nov 2018 17:12 | editor : Perdana

Potensi Ekspor Industri Mebel Meningkat

SOLO – Menjelang akhir tahun, progres industri mebel dalam negeri cukup menggembirakan. Kondisi ini berpotensi mengerek permintaan pasar ekspor. Serta berpeluang menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar.

Ketua Himpunan Pengusaha Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) Solo, Adi Dharma menjelaskan, akhir tahun ini tren permintaan pasar ekspor cenderung naik. Jika dibandingkan kondisi sebelumnya, ada peningkatan sekitar 5-10 persen. ”Itu khusus untuk pasar Amerika Serikat. Sedangkan pasar ekspor lainnya yakni Eropa, Asia, dan Afrika,” ucapnya kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (6/11).

Tingginya permintaan yang masuk juga dipengaruhi nilai tukar rupiah yang melemah. Pelaku industri dalam negeri terkena imbas perang dagang Amerika dan Tiongkok. ”Jadi jika sebelumnya banyak barang disuplai Tiongkok, namun akibat adanya perang dagang itu, mereka sekarang mulai mengambil dari negara lainnya. Salah satunya Indonesia,” beber Adi. 

Sejauh ini cukup banyak produk yang diminati. Di antaranya barang dengan konsep minimalis. Ini merupakan kombinasi antara kayu, metal, dan serat sintetis. Sedangkan data realisasi ekspor yang berhasil dihimpun Dinas Perdagangan Surakarta, pada semester pertama 2018 tercatat volume ekspor untuk komoditas kerajinan rotan mencapai 63.265 kg. Mebel kayu 253.089 kg, mebel rotan 64.778 kg, dan perabot kayu 89.993 kg. 

Disinggung terkait tantangan yang dihadapi pelaku industri dalam negeri, Himki mengaku masih berkutat pada ketersediaan bahan baku dan tenaga terampil. Adanya pelatihan dari Kementerian Perindustrian ini perlu digalakkan. ”Konsep training yang dilakukan menunjang kebutuhan dasar dari pelaku industri di tanah air,” terangnya. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia