Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Pendidikan

Untuk Apa Edupark UMS?

Rabu, 07 Nov 2018 18:12 | editor : Perdana

Untuk Apa Edupark UMS?

Oleh: Dr. Choirul Amin, S.Si., M.M.

Dosen Fakultas Geografi UMS

Berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jawa Tengah, suhu rata-rata Kota Solo pada Oktober 2018 lalu tercatat mencapai 37 derajat celsius. Tak heran jika akhir-akhir ini cuaca Kota Solo dan sekitarnya terasa sangat panas. Cuaca panas membuat penduduk yang tinggal di sekitar Solo merasa gerah dan tak nyaman. Namun, jika kita masuk ke area Edupark UMS yang terletak di pinggir barat Kota Solo ke arah Bandara Adi Soemarmo, kita akan merasakan kesejukan dan kenyamanan layaknya di pegunungan. 

Taman seluas 60.000 meter persegi yang dibangun oleh UMS ini semakin terasa manfaatnya ketika musim kemarau seperti saat ini karena mampu meneduhkan Kota Solo dan sekitarnya. Seperti diketahui bahwa Ruang Terbuka Hijau (RTH) semacam Edupark UMS ini dapat berperan dalam ameliorasi iklim di lingkungan perkotaan untuk menurunkan suhu pada waktu siang hari dan sebaliknya pada malam hari dapat lebih hangat karena tajuk pohon dapat menahan radiasi balik (reradiasi) dari bumi.  

Edupark UMS menjadi kawasan asri karena keberadaan pepohonan rindang yang membuat suasana menjadi sejuk. Uniknya, pepohonan yang tumbuh di taman yang diresmikan pada Februari 2007 ini bukan hanya pohon biasa, melainkan juga ratusan tanaman langka. Beberapa diantaranya merupakan tanaman endemik asli Kabupaten Kutai Barat seperti pohon ulin, meranti, durian holai, gaharu, kapur, anggrek hitam, matoa dan cendana. Tak heran jika pada saat peresmian taman tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Kutai Barat. 

Selain pepohonan nan rindang, Edupark UMS juga memiliki fasilitas jogging track, lapangan bola, serta labirin dan hutan kota yang didesain sebagai taman alam. Tak heran jika taman ini menjadi tempat yang menyenangkan untuk rekreasi bersama keluarga. Banyak warga Kota Solo dan sekitarnya, terutama sekali warga sekitar UMS yang memanfaatkannya untuk berolahraga, jalan santai, duduk-duduk di bawah pepohonan sambil makan bersama, atau hanya sekedar bersantai menikmati suasana segar dan asri di taman ini. Penatnya dan panasnya Kota Solo dan sekitarnya akan terobati oleh rindang pepohonan dan sejuknya suasana di Edupark UMS ini.

Kawasan perkotaan memang telah diprediksi akan semakin padat penduduk. Data WHO menyebutkan bahwa pada tahun 2008 >50% penduduk dunia tinggal di perkotaan dan diperkirakan pada tahun 2050 akan meningkat menjadi 70%. Sementara itu dalam konteks Indonesia, BPS memprediksikan bahwa pada tahun 2025 sebagian besar penduduk Indoensia (> 60%) akan tinggal di kawasan perkotaan. Kondisi ini akan menyebabkan kota menjadi semakin padat dan semakin berkurangnya lahan terbuka hijau. Oleh karena itu, pemerintah mengantisipasinya dengan UU Penataan Ruang No. 26 tahun 2007 Pasal 29 yang menetapkan bahwa kota harus menyediakan 20% dari luasnya sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH) publik yang dikelola dan disediakan pemerintah serta ‘minimal’ 10% disediakan oleh pihak swasta dan masyarakat sehingga secara keseluruhan sebuah kota harus menyediakan 30% dari luas kota yang khusus difungsikan sebagai RTH. 

Perkembangan kawasan perkotaan di Solo dan sekitarnya yang disertai alih fungsi lahan telah menimbulkan kerusakan lingkungan sehingga menurunkan daya dukung lahan dalam menopang kehidupan perkotaan. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan melalui penyediaan ruang terbuka hijau yang memadai. 

Dengan demikian, UMS melalui edupark-nya telah berkontribusi nyata dalam usaha menjaga keseimbangan ekosistem kota, baik keseimbangan sistem hidrologi, peningkatan kualitas air tanah, mencegah terjadinya banjir, iklim mikro, maupun sistem ekologis lain yang dapat mengurangi polusi udara, menyerap gas rumah kaca,  penahan angin, dan meningkatkan ketersediaan udara bersih yang diperlukan masyarakat, sekaligus juga dapat meningkatkan nilai estetika kawasan.

Selain manfaat ekologis tersebut, Edupark UMS juga berperan dalam menciptakan ruang untuk interaksi sosial dan sebagai penanda (landmark) kawasan. Secara ekonomi, Edupark UMS juga diharapkan berperan sebagai pengembangan sarana wisata hijau perkotaan, sehingga menarik minat masyarakat untuk berkunjung yang secara tidak langsung akan meningkatkan kegiatan ekonomi di sekitarnya. Dan secara khusus, keberadaan Edupark UMS ini turut mendukung capaian Millenium Development Goals (MDG’s) Indonesia karena pengembangan RTH termasuk dalam salah satu MDG’s, yaitu memastikan kelestarian lingkungan hidup,

Pesatnya perubahan penggunaan lahan di Kota Solo dan sekitarnya, khususnya di dekat kawasan kampus UMS yang tumbuh sangat cepat dalam 20 tahun terakhir telah mendorong perubahan lahan sawah dan tegalan menjadi permukiman dan kos-kosan. Keberadaan kampus UMS menjadi growth pole di pinggiran barat Kota Solo yang memicu perubahan  kawasan pedesaan (Desa Gonilan dan Pabelan) menjadi kawasan perkotaan yang padat penduduk. Maka tak berlebihan jika dikatakan bahwa keberadaan edupark UMS ini bak oase di tengah padang pasir. Keberadaannya sangat vital bagi penduduk di sekitar UMS pada khususnya, dan bagi perkotaan Solo pada umumnya.

(rs/aya/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia