Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Pelaksana Proyek KA Bandara Tawarkan Kompensasi Baru

Rabu, 07 Nov 2018 22:49 | editor : Fery Ardy Susanto

Proyek kereta bandara masih terganjal protes warga terkait kompensasi beberapa hal.

Proyek kereta bandara masih terganjal protes warga terkait kompensasi beberapa hal. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO - Aksi blokade jalan yang dilakukan puluhan warga Kampung Bayan, Kelurahan Kadipiro akhirnya direspons pelaksana proyek kereta api bandara. Selasa malam (6/11) digelar pertemuan di kantor kelurahan setempat. Akhirnya pelaksana proyek membuat kesepakatan ulang dan menawarkan kompensasi kepada warga. 

Pelaksana proyek PT Dian Previta, Rizal mengatakan, usai aksi blokade jalan dan pemberhentian paksa pada Selasa (6/11) pagi, pihaknya mengundang warga untuk membahas permasalahan tersebut. Didampingi pejabat kelurahan dan kecamatan setempat, pertemuan dapat berjalan dengan kondusif.

“Pertemuan dimulai sekitar pukul 19.30 WIB. Pembahasan soal kesepakatan untuk menghentikan proyek pembangunan dibatalkan, sehingga pekerja dapat melanjutkan pembangunan,” kata Rizal kemarin

Pembatalan penghentian pengerjaan proyek itu disebabkan drainase yang mesti diselesaikan lantaran berpotensi banjir saat hujan tiba. “Kami sudah bertemu warga dan pembangunan dilanjutkan kembali. Pertimbangannya warga sudah sepakat dan mengingat pembangunan harus tetap berjalan,” tegas Rizal.

Selain memaparkan alasan tersebut, pihaknya juga membahas soal kompensasi. Menurut dia, warga telah menyetujui kompensasi yang ditawarkan pelaksana proyek. Karena itu pihaknya akan mendapat jumlah warga terdampak proyek agar pekerjaan bisa dimulai kembali.

Di sisi lain, warga masih saja menampik kesepakatan tersebut. Menurut warga, kesepakatan itu belum final dan masih akan ada koordinasi lanjutan, terutama soal kompensasi.

“Kesepakatan belum kami terima. Apa yang disampaikan pelaksana proyek tidak benar. Di akhir rapat, kami masih belum sepakat dan meminta pertemuan lanjutan pada Jumat (9/11) nanti. Karena yang diundang hanya sebagian warga, sehingga kompensasi tersebut kami tolak,” kata Mulyono, warga Kampung Bayan RT 1 RW 07, Kelurahan Kadipiro yamg turut serta dalam pertemuan Selasa malam lalu. (ves/bun)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia