Senin, 19 Nov 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Ada Angkot Gratis Plus Baca Buku di Wonogiri

Kamis, 08 Nov 2018 07:00 | editor : Fery Ardy Susanto

Angkot umum gratis bagi pelajar di Wonogiri.

Angkot umum gratis bagi pelajar di Wonogiri. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

ANGKUTAN kota yang satu ini lain dari angkutan pada umumnya di Wonogiri, meski warnanya sama. Selain gratis, para penumpangnya masih diberikan bonus membaca buku sepuasnya. Sembari menikmati selama perjalanan di dalam mobil.

Mobil Suzuki Carry oranye, warna khas angkutan kota Wonogiri pagi itu berjalan pelan keluar dari pertigaan Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri, Rabu (7/11). Di dalam angkutan sudah sarat dengan penumpang, kebanyakan adalah siswa sekolah menengah pertama (SMP) di kota setempat. 

“Ini naiknya harus dari Pondok Pesantren (Ponpes) Manjung. Kalau mengambil di jalan nanti dimarahi sama yang punya trayek. Angkutan kami ini kan gratis, siapa saja boleh naik, diantar ke sekolah masing-masing,” kata Eko Julianto, pengasuh Pondok Pesantren Manjung di Desa Manjung, Kecamatan Wonogiri. 

Sejumlah siswa tampak asyik membaca di angkutan umum gratis ini.

Sejumlah siswa tampak asyik membaca di angkutan umum gratis ini. (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

Namun, ada yang berbeda dari para penumpang angkot itu. Mereka tampak asyik membaca buku. Ada yang membaca buku agama, novel maupun kumpulan cerpen. Ya, di dalam angkutan itu disediakan rak khusus buku, di mana berisi koleksi-koleksi buku yang berguna untuk menambah wawasan siswa. 

“Anak-anak bisa membaca buku di dalam angkutan ini. Banyak buku yang disediakan di dalam angkutan yang rak bukunya didesain khusus,” kata pria yang juga seorang polisi ini. 

Selain mengantar anak-anak sekolah, angkutan serba guna ini juga biasa digunakan untuk mengantar warga desa berobat ke rumah sakit atau digunakan untuk menjenguk warga yang sakit di rumah sakit. 

“Dipakai buat mengantar pengajian juga bisa. Pokoknya mobil serba guna bagi warga di Desa Manjung,” kata polisi Anggota Polres Wonogiri ini.

Bukan tanpa alasan kendaraan eks angkutan kota itu dijadikan mobil serba guna gratis. Minimnya transportasi umum yang melalui Desa Manjung, dan mahalnya harga sewa mobil membuat Eko yang juga Bhabinkamtibmas membuat terobosan itu. 

“Kalau sewa kan mahal, bisa sampai Rp 300 ribu. Kendaraan umum bagi siswa juga jarang. Makanya ini kita gratiskan. Supaya bisa meringankan beban warga sekaligus mengakrabkan antara polisi dan masyarakat,” ujarnya. 

            Eko sendiri selama ini tidak hanya dikenal sebagai polisi yang banyak memberdayakan masyarakat melalui sejumlah kegiatan, namun dia juga menampung anak-anak kurang mampu untuk dibina di pesantrennya. Lulusan salah satu pesantren di Jawa Timur ini juga rutin keliling untuk berdakwah melalui pengajian-pengajian yang ia isi. Selain menyampaikan pesan-pesan agama, forum tersebut sekaligus jadi ajang sosialisasi program-program kepolisian dalam membina masyarakat agar taat terhadap hukum. (kwl/bun)

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia