Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Serius Terapkan Tilang Sistem E-TLE

12 November 2018, 11: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi.

Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi. (M. HARIYANTO/JAWA POS RADAR SEMARANG)

SEMARANG - Satlantas Polrestabes Semarang terus melakukan upaya penertiban pengendara motor dan mobil yang melanggar lalulintas. Salah satunya adalah menyempurnakan penegakan hukum lalulintas menggunakan sistem Electronic Traffic Low Enforcement (E-TLE).

"Penegakan hukum lalulintas menggunakan sistem elektronik ini merupakan penyempurnaan terhadap penindakan CCTV yang telah dilakukan oleh Satlantas Polrestabes Semarang tahun lalu," ungkap Kasatlantas Polrestabes Semarang, AKBP Yuswanto Ardi kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (11/11).

Penyempurnaan ini dilakukan, sebab pada penegakan hukum dengan CCTV masih ditemui adanya kendala teknis di lapangan. Di antaranya, komplain dari masyarakat yang merasa malu didatangi petugas di rumahnya hanya karena melakukan pelanggaran lalulintas.

"Kemarin masih ditemui ada kendala dan celah hukum yang harus ditegakkan, supaya tidak menimbulkan salah persepsi di masyarakat. Nah, sekarang kita sempurnakan, dan kebetulan Kota Semarang sebagai kota yang ditunjuk Kakorlantas sebagai pilot project," paparnya.

Ardi menjelaskan, perbedaan paling mendasar dari penindakan tilang menggunakan CCTV tahun lalu dengan penindakan E-TLE yang akan dilaksanakan nantinya menyediakan waktu kepada masyarakat yang diduga melakukan pelanggaran lalulintas melakukan klarifikasi.

"Jadi, nanti ketika sebuah pelanggaran lalulintas terekam CCTV kemudian pelat nomor teridentifikasi dan diketahui nama pemilik dan alamat, maka kita tidak serta memberikan surat tilang ke alamat tersebut. Namun kita melakukan pengiriman surat klarifikasi dulu kepada terduga pelanggar," jelasnya.

Dia menambahkan, dari klarifikasi itu, tentunya pihak petugas membutuhkan balasan atau jawaban dari terduga pelanggar yang telah mendapat surat kiriman klarifikasi tersebut. Balasan klarifikasi ini juga bisa dilakukan lewat nomor hotline Satlantas Polrestabes Semarang yang telah dicantumkan dalam surat klarifikasi.

"Jadi, yang bersangkutan wajib klarifikasi menghubungi nomor hotline yang telah kita siapkan. Kalau tidak ada reaksi, kita akan lakukan blokir surat STNK sementara," tegasnya.

Pada pembahasan sistem baru tilang ini, pihaknya akan mengundang Dispenda yang mengelola Samsat dan PT Pos Indonesia terkait surat-menyuratnya lewat pos. Selain itu, juga akan berkoordinasi dengan kejaksaan dan Pengadilan Negeri karena dalam penindakan ini nanti tidak disertai oleh barang bukti.

"Kalau penindakan tilang konvensional kan ada yang ditahan, entah itu STNK atau SIM-nya. Kalau ini nanti begitu mengakui melakukan pelanggaran, surat tilang langsung kita kirimkan. Nah berarti surat tilang kalau diberikan kepada yang bersangkutan,kita melakukan penyitaan barang bukti entah STNK atau SIM. Ini tidak dilakukan penyitaan, tetapi nanti diberikan peringatan, apabila dia tidak segera melakukan pembayaran denda atau dia tidak segera menghadiri sidang yang ditentukan, maka STNK-nya akan diblokir,” jelasnya. (mha/aro/JPG/fer)

Tilang Sistem E-TLE

1. Pengendara yang terekam CCTV melanggar lalulintas akan dikirimi surat klarifikasi lewat pos.

2. Terduga pelanggar wajib memberikan surat balasan klarifikasi. Bisa via hotline Satlantas Polrestabes Semarang.

3. Kalau tidak ada balasan, Satlantas akan memblokir sementara STNK terduga pelanggar.

4. Jika terbukti melanggar, surat tilang langsung dikirimkan lewat pos.

5. Apabila pelanggar tidak segera membayar denda atau tidak segera hadiri sidang, STNK akan diblokir.

(rs/jpr/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia