Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Gawat! Tanah di Lima Kecamatan Amblas

13 November 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Tim dari PVMBG Bandung meneliti kontur tanah yang amblas di Wonogiri, Senin (12/11).

Tim dari PVMBG Bandung meneliti kontur tanah yang amblas di Wonogiri, Senin (12/11). (IWAN KAWUL/RADAR SOLO)

WONOGIRI - Mulai memasuki musim penghujan, sejumlah daerah rawan terjadi bencana. Beberapa titik tanah meliputi lima kecamatan di Wonogiri amblas. Saat ini sedang dikaji potensi kerawanannya untuk mengantisipasi korban.

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Wonogiri Bambang Haryanto mengatakan, untuk mengkaji kontur tanah itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri telah menggandeng Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Bandung. Tim akan mengecek lokasi dan mengkaji serta memetakan kontur tanah batuan, termasuk lokasi lubang luweng. Pengecekan dilakukan di beberapa lokasi di lima Kecamatan.

“Ada di lima kecamatan yang memiliki gejala tanah amblas. Di antaranya Eromoko, Pracimantoro, Giritontro, Paranggupito dan Giriwoyo,” kata Bambang kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (12/11). 

Menurut Bambang, hasil kajian diharapkan bisa menjadi acuan langkah mitigasi bencana, mengingat lokasi kegiatan di wilayah potensi rawan patahan batuan yang mengakibatkan batuan berikut tanah di atasnya turun ke bawah atau amblas. Bahkan patahan ada yang berada di bawah lokasi bangunan rumah. 

“Hasilnya nanti diolah di Badan Geologi, kemudian akan diserahkan ke pemkab. Atas dasar itu nanti akan diambil langkah-langkah selanjutnya,” katanya.

Salah satu anggota tim dari PVMBG Badan Geologi, Bandung Sumaryono mengatakan bahwa tim yang diterjunkan ke Wonogiri ada empat personel. Tim melakukan scanning pada permukaan tanah dengan alat untuk mengetahui kontur di dalam tanah. 

“Ada beberapa titik yang kami scan, agak lama karena kami harus instal alat dulu,” kata Sumaryono, kemarin. 

Menurut Sumaryono, dari pemetaan awal, kontur tanah di lokasi yang dipetakan merupakan tanah gamping. Sehingga dalam waktu tertentu akan larut oleh air. 

“Ada potensi tanahnya amblas, karena tanah di bawah larut oleh air. Tapi untuk amblasnya harus ada syarat, misalnya hujan deras dan banjir,” katanya. (kwl/bun)

(rs/kwl/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia