Selasa, 19 Mar 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Kekecilan, Hanggar Pasar Legi Diperlebar

13 November 2018, 10: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Pembangunan kios pasar darurat di Jalan Sabang terus mengalami kemajuan.

Pembangunan kios pasar darurat di Jalan Sabang terus mengalami kemajuan. (FERI KURNIAWAN/RADAR SOLO)

SOLO - Lahan terbuka di halaman parkir Pasar Legi akan dimanfaatkan seluruhnya untuk dibangun hanggar yang akan dimanfaatkan pedagang berjualan. Dalam waktu dekat bangunan sementara ini sudah bisa dimanfaatkan oleh pedagang yang memiliki SHP (surat hak penempatan).

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, pembangunan pasar darurat berbentuk hanggar di halaman parkir sisi utara Pasar Legi saat ini terus dikebut. Hingga Senin sore (12/11), sejumlah petugas dari dinas perdagangan maupun Satpol PP Surakarta masih terus mengirimkan sejumlah material pembangunan hanggar tersebut.

“Masih terus dilaksanakan pembangunan (pasar darurat). Yang penting pedagang bisa gerak dulu, sembari menunggu pasar darurat di titik lain selesai,” ujar Lurah Pasar Legi, Marsono.  

Pembangunan saat ini baru menyasar sisi tengah parkiran saja. Namun, dalam beberapa hari ke depan, pembangunan akan dilebarkan ke sisi barat dan timur, hingga semua parkiran tertutup bangunan sementara. Sayangnya, dirinya tak berani melempar kepastian kapan bangunan itu bisa dimanfaatkan oleh pedagang.

“Yang jelas kan diselesaikan dulu pembangunannya, nanti instruksi dari Dinas Perdagangan seperti apa, baru difungsikan,” papar dia.

Di sisi lain, sejumlah pedagang pasar mengaku waswas tak kebagian lahan di lokasi sementara tersebut.

“Luasnya juga hanya segitu. Nanti kalau tidak kebagian bagaimana?,” kata salah satu pedagang kertas yang kiosnya ikut terbakar, Purwanti. 

Kendati demikian, ia mengaku lega setelah mendapat kabar bahwa hanggar tersebut hanya pelengkap sambil menunggu pembangunan pasar darurat selesai.

“Tadi diberitahu katanya untuk sementara. Kabarnya semua akan mendapat tempat di pasar darurat,” terang Purwanti. 

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Subagiyo membenarkan perihal tersebut. Pihaknya berencana memanfaatkan seluruh ruang terbuka di halaman utama pasar yang sempat terbakar itu.

“Konsepnya memang melebar ke seluruh halaman utama. Jadi pedagang yang masih ada di sekitar pasar nanti kami minta pindah dulu sementara sembari pembangunan hangar ini diselesaikan,” jelas dia.

Meski bakal memanfaatkan seluruh ruang parkir yang ada di halaman pasar, pihaknya tak akan menyentuh halaman parkir sisi selatan. Sebab lokasi itu bakal dipakai untuk akses pembongkaran pasar lama.

“Saat ini masih dalam perhitungan nilai bangunannya. Nanti setelah lelang baru pembongkaran. Jadi kemungkinan besar tenda kementerian yang ada di sana juga akan di geser untuk sementara waktu,” jelas Subagiyo. 

Disinggung kapan hanggar bisa dimanfaatkan pedagang, Subagiyo menegaskan jika pembangunan hanggar selesai maka pedagang boleh masuk. Mengenai pembagiannya akan dikoordinasikan dengan paguyuban terlebih dahulu. Yang pasti, hanggar itu dibangun untuk menampung pedagang ber-SHP.

Terkait batas akhir pendaftaran pedagang Pasar Legi masuk pasar darurat sudah habis akhir pekan lalu, Sabtu (10/11), pemkot masih memberi kesempatan jika ada pedagang yang belum mendaftarkan diri lewat paguyuban.

Menurut laporan dari pengurus Ikatan Keluarga Pedagang Pasar Legi (Ikkapagi) ada sekitar 90 persen yang telah datang, mendaftar dan mengumpulkan berkas persyaratan. Sisanya hingga saat ini belum mendaftarkan diri.

“Daftar pedagang (versi Ikkapagi) belum fix. Kemarin sudah dilaporkan secara lisan, sekitar 90 persen. Lainnya masih kita tunggu. Mungkin belum tahu infonya atau masih mencari syarat-syaratnya,” kata Subagiyo.

Subagiyo menambahkan, kesempatan yang diberikan merupakan sikap adil pemkot dalam mendata pedagang. Pemkot sendiri sudah memiliki data yang jelas pedagang Pasar Legi, baik pedagang yang menempati kios maupun los. Pemkot juga memegang jumlah pedagang pagi, sore dan malam. 

“Nanti akan kami kroscek antara data dari paguyuban dengan milik pemkot. Setelah itu kita lihat faktualnya di lapangan bagaimana. Yang jelas pemilik SHP (Surat Hak Penempatan) itu yang kita utamakan,” terangnya.

Menurut pemkot, ada 2.681 pedagang di Pasar Legi yang menempati 244 kios, 795 los lantai 1, 892 los lantai 2 dan 750 di pelataran. Dari angka tersebut terdapat 2.288 pedagang yang dinyatakan sebagai korban kebakaran. Mereka berhak menempati pasar darurat yang dibuat oleh pemkot. Jumlah pedagang yang terdampak ada 90 kios, 1.448 los dan seluruh pedagang pelataran.

Sementara itu paguyuban memiliki angka lain. Berdasarkan data Ikkapagi, tercatat ada 1.250 pedagang ber-SHP telah daftar ulang. Paguyuban meminta pedagang lain yang belum daftar ulang agar segera melampirkan SHP masing-masing. Hal ini untuk mempermudah pendataan dan penempatan pedagang di pasar darurat. 

“Sampai kemarin sudah ada 1.250 SHP yang masuk. Sisanya sekitar 150 SHP, belum didaftarkan ulang. Mungkin karena kurang informasi, atau bagaimana kurang tahu,” jelas Ketua Umum Ikkapagi, Tugiman. (ves/irw/bun)

(rs/irw/ves/fer/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia