Senin, 21 Jan 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Kebun Raya Indrokilo Dilengkapi Outbound

13 November 2018, 14: 50: 59 WIB | editor : Perdana

WAHANA BARU: Warga mencoba salah satu permainan yang ada di wahana outbound di kompleks Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Minggu (11/11).

WAHANA BARU: Warga mencoba salah satu permainan yang ada di wahana outbound di kompleks Kebun Raya Indrokilo Boyolali, Minggu (11/11). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Warga Boyolali dan sekitarnya yang ingin melaksanakan kegiatan outbound tak perlu pergi jauh-jauh. Sebab di Kebun Raya Indrokilo Boyolali (KRIB) kini sudah dilengkapi fasilitas untuk kegiatan itu. Fasilitas outbound ini diperuntukkan bagi semua kalangan. Ditempatkan di sisi barat kompleks KRIB.

Selain area outbound, juga dilengkapi wahana zip bike. Mirip wahana flying fox. Hanya saja media yang digunakan yakni sepeda. Yang membedakan, sepeda dikayuh di atas tali. Kepala Seksi Pemeliharaan Lingkungan Hidup, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Budi Listiyono menjelaskan, wahana zip bike belum bisa digunakan. Karena keamanaan penunjang bagi pengguna belum tersedia.

Wahan zip bike ini memiliki panjang sekitar 75 meter dan tinggi 3 meter dari tanah. Memacu adrenalin pengunjung yang mengayuh sepeda di atasnya. ”Wahana zip bike hanya untuk dewasa. Atau naak-anak minimal usia 10 tahun. Serta khusus pengunjung yang tidak takut ketinggian karena ini mengasah adrenalin,” tandas Budi kepada Jawa Pos Radar Solo, Senin (12/11).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Boyolali, Totok Eko YP menambahkan, pembangunan KRIB sudah menyentuh 75 persen. Beberapa kekurangan kecil pembangunan KRIB akan segera diselesaikan. Secara keseluruhan, KRIB yang berlokasi di Kampung Tempurejo, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo ini sudah terlihat wujudnya. Tapi kelengkapan infrastruktur berupa jembatan penghubung belum selesai dibangun.

Kemudian taman-taman tematik seperti taman anggrek, buah, dan rumpun bambu masih dalam proses pembangunan. Sehingga tujuan pembangunan KRIB ini sesuai yang diharapkan. Yakni sebagai wahan pelestarian tumbuhan, penyedia ruang terbuka hijau, wisata, dan sarana edukasi.

Akan ada 2323 koleksi tanaman konservasi dari tumbuhan dari dataran rendah khas Jawa bagian timur. Saat ini sudah ditanam 578 batang pohon. ”Sisanya sudah tersedia dan tinggal menanam,” ujar Totok.

KRIB, lanjut Totok dibangun sejak 2016 lalu. Sudah menghabiskan anggaran kurang lebih Rp 36 miliar. Pembangunan KRIB ini ditargetkan selesai awal 2019 mendatang. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia