Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Dinkes Sosialisasi Kesehatan lewat Kesenian Ketoprak

13 November 2018, 20: 50: 59 WIB | editor : Perdana

TEPAT SASARAN: Pertunjukan Seni Kethoprak digelar di Dome Boyolali, Minggu malam (11/11).

TEPAT SASARAN: Pertunjukan Seni Kethoprak digelar di Dome Boyolali, Minggu malam (11/11). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Mengantisipasi angka kematian ibu melahirkan yang cukup tinggi, Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali menggelar sosialisasi. Dalam bentuk pergelaran ketoprak. Berlangsung di Dome Boyolali, Minggu (11/11) malam. Gelaran seni budaya ini menjadi cara baru untuk mengedukasi masyarakat tentang kesehatan. Terutama untuk menekan angka kematian ibu melahirkan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, dr. Ratri S Survivalina menjelaskan, angka kematian ibu dan bayi di Boyolali masih tinggi. Tahun ini, angka kematian ibu (AKI) sebelum 40 hari pascamelahirkan sudah mencapai 15 kasus. Padahal di 2017 lalu, hanya ada 14 kasus AKI. Sedangkan untuk angka kematian bayi (AKB) lebih dari 30 kasus.

Dokter yang akrab disapa Lina ini menyebut ada dua faktor penyebab tingginya AKI dan AKB. Yakni faktor ibu itu sendiri dan faktor dari luar. Seperti faktor lingkungan, ekonomi, budaya, letak geografis, dan keluarga.

”Terlalu tua atau terlalu muda saat hamil. Terlalu sering hamil dan terlalu dekat jarak kehamilannya bisa menjadi faktor penyebab kematian ibu. Untuk itu, kami terus mengerahkan segala kemampuannya dalam upaya menekan angka kematian ibu dan bayi,” kata Lina kepada Jawa Pos Radar Solo.

Sementara itu, sosialisasi melalui pergelaran ketoprak dinilai mengena langsung kepada masyarakat. Sebab, masyarakat desa akan mudah menerima komunikasi yang disampaikan tentang upaya penurunan angka kematian ibu melahirkan dan bayi. ”Akan menumbuhkan kesadaran tentang arti pentingnya kesehatan bagi ibu hamil dan melahirkan,” papar Lina.

Tak hanya itu saja, lanjut Lina, pihaknya juga ingin menyampaikan pesan kepada masyarakat mengenai pola hidup bersih dan sehat. Hal itu untuk mencegah dari terjangkitnya penyakit yang dialami masyarakat. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia