Senin, 27 Jan 2020
radarsolo
icon featured
Klaten

Hidupkan Agrobisnis Perikanan lewat Lebaran Iwak

14 November 2018, 11: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Ratusan warga berebut ikan di kawasan agrobisnis Desa Jimbung, Kalikotes, Klaten, Selasa (13/11).

Ratusan warga berebut ikan di kawasan agrobisnis Desa Jimbung, Kalikotes, Klaten, Selasa (13/11). (ANGGA PURENDA/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Desa Jimbung, Kecamatan Kalikotes, Klaten punya kawasan agrobisnis perikanan. Sayangnya kondisinya saat ini mangkrak. Tak ingin berlama-lama, pemerintah desa setempat berniat menghidupkannya lagi.

Ditandai gelaran Lebaran Ikan pada sebuah kolam di kawasan tersebut, Selasa (13/11) sore. Ratusan warga berebut berbagai macam jenis ikan yang ditebar. Ada ikan lele, bawal, hingga nila dengan berat total 4,5 kuintal.

”Melalui Lebaran Ikan ini kami ingin memasyarakatkan konsumsi ikan. Sekaligus budidaya ikan tawar. Rencananya acara seperti ini akan kami gelar rutin setiap tahun. Sekaligus juga menghidupkan sektor wisata,” jelas Kepala Desa Jimbung, Siti Sumarsih kepada Jawa Pos Radar Solo, Selasa (13/11).

Dulunya, kawasan ini dilengkapi tempat pelelangan ikan (TPI). Sayang tidak berjalan lama dan mangkrak. Justru ramai digunakan untuk lomba burung.

Siti mengakui potensi ikan tawar di desanya cukup menarik untuk dikembangkan. Termasuk menghidupkan lagi TPI. Dipadukan dengan wahana wisata.

”Tentu kami ingin jadikan tempat transit bagi wisatawan yang berkunjung ke desa kami. Wisatawan bisa memancing sambil menikmati berbagai permainan air. Ditambah dengan keberadaaan TPI untuk meningkatkan kunjungan,” tandas Siti.

Kepala Dusun (Kadus) I Desa Jimbung, Sutrisno menambahkan, kawasan agrobisnis perikanan berstatus tanah kas desa. Memiliki sejumlah fasilitas. Mulai dari kolam pembibitan hingga TPI.

”Ada kolam ukuran 50 x 10 meter. Dulunya untuk pembibitan, tetapi tidak dipakai lagi,” jelasnya.

Menghidupkan lagi kawasan agrobisnis perikanan, butuh perencasnaan matang. Agar pemanfaatnya lebih optimal. Mengingat letaknya sangat startegis.

Suprihatin, 49, pengunjung asal Desa Jotangan, Kecamatan Bayat antusias menyambut pengembangan kawasan agrobisnis perikanan Desa Jimbung.

”Tempatnya tidak jauh dari Rowo Jombor. Bisa menjadi daya tarik tersendiri. Kalau di Jombor wisata kuliner dengan pemandangan alam, di sini bisa untuk tempat oleh-oleh atau transit,” ujarnya.

(rs/ren/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia