Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Siap-Siap, Tarif Parkir di Solo Mahal

15 November 2018, 09: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Siap-Siap, Tarif Parkir di Solo Mahal

SOLO - Perubahan regulasi parkir di Kota Bengawan resmi diumumkan Rabu kemarin (14/11). Aturan baru mengenai perubahan tarif dan zona parkir tersebut akan diterapkan per 1 Januari 2019 mendatang.  

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta M. Usman mengatakan, pemkot melalui dinas perhubungan resmi mengeluarkan kebijakan baru soal perparkiran. Kebijakan terkait perubahan sejumlah zonasi parkir tepi jalan di Kota Bengawan ini didasarkan pada Peraturan Wali Kota Surakarta No. 16 Tahun 2011 tentang Zona Parkir di Tepi Jalan Umum dan SK Kepala Dinas Perhubungan Kota Surakarta No. 551.2/3567/X/2018 Tentang Penetapan Zona Parkir Tepi Jalan Umum.

“Zona parkir di Solo ada tiga, yakni Zona C, D, dan E. Nanti parkir yang masuk Zona E naik jadi Zona D, sementara yang tadinya masuk Zona D naik jadi Zona C. Jadi masyarakat harus paham mengenai tarif retribusi yang akan diterapkan, karena juga akan naik sesuai zonasi yang ditentukan,” jelas Usman di sela kegiatan. 

Perubahan kebijakan tersebut dilakukan, mengingat regulasi yang ada saat ini sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman. Baik dihitung dari jumlah pertumbuhan kendaraan dan ketersediaan ruang parkir maupun dari tingkat kepadatan lalu lintas dan dampak kemacetan.

Selain itu, besaran nominal retribusi saat ini juga dianggap harus ada penyesuaian ulang. Misalnya rata-rata ruang parkir di tengah kota itu Zona D dengan parkir kendaraan roda dua hanya Rp 1.500. Padahal, selama ini rata-rata masyarakat memberi Rp 2.000.

“Kebijakan itu umumnya dievaluasi tiap 3 tahun. Nah, kebijakan soal parkir ini tak ada perubahan sejak sembilan tahun lalu. Faktanya, regulasi itu sudah tak relevan dengan kondisi saat ini. Maka harus disesuaikan kembali, salah satunya lewat kebijakan ini,” jelas Usman. 

Kenapa perubahan zona bukannya tarif parkir sekalian? Menurut Usman, aturan baru ini merupakan kebijakan jangka pendek untuk pengaturan yang lebih tegas. Yakni, lewat perubahan Perda Perhubungan atau Perda Retribusi Kota.

“Zona parkir on street akhirnya akan lebih tinggi dari off street. Karena sebelumnya zona off street jauh lebih tinggi dari on street membuat masyarakat lebih nyaman parkir di tepi jalan. Nah, ke depan masyarakat bisa diarahkan untuk memanfaatkan parkir off street. Karena ke depan kami juga akan mengatur tarif parkir off street,” imbuh Usman. 

Sementara itu dalam sosialisasi tadi malam dihadiri 400 orang dari  sejumlah stage holder, komunitas, dan berbagai masyarakat. Langkah ini merupakan tahap awal penyaluran informasi kebijakan baru tersebut. Nantinya, informasi ini akan lebih masif dilakukan di kecamatan dan kelurahan, ruang publik seperti CFD, dan melalui surat edaran dari dinas perhubungan kepada pengelola parkir di kawasan yang zonasinya berubah.

“Wacana perubahan zonasi ini cukup relevan untuk saat ini. Yang jelas perubahan regulasi ini bukan semata-mata untuk kebutuhan PAD,” ujarnya.

Dengan penataan tersebut diharapkan lalu lintas berjalan lebih lancar sehingga waktu tempuh perjalanan jauh lebih singkat. Imbasnya biaya pengiriman barang jadi lebih murah karena penggunaan bahan bakar lebih sedikit.

“Jadi perubahan regulasi ini dapat berdampak pada banyak hal, bukan hanya meningkatnya tarif parkir saja,” kata Asisten Pengembangan Ekonomi Setda Kota Surakarta, Triyana.

Sebelum resmi diumumkan, masyarakat mulai bereaksi atas rencana kebijakan baru tersebut. Mereka rata-rata mengeluhkan kenaikan tarif parkir bila ada perubahan zona. Alternatif bisa memilih parkir off street. (ves/bun)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia