Selasa, 10 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Kemenkominfo Bekali Cara Transaksi Online yang Aman

16 November 2018, 14: 41: 56 WIB | editor : Perdana

PENOPANG EKONOMI: Pelaku UMKM bidang konveksi menyelesaikan pesanan pelanggan. Mereka didorong memanfaatkan transaksi online.  

PENOPANG EKONOMI: Pelaku UMKM bidang konveksi menyelesaikan pesanan pelanggan. Mereka didorong memanfaatkan transaksi online.   (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO – Transaksi perdagangan secara online terus menggeliat karena mudah dilakukan di mana saja. Karena itu, konsumen dan produsen harus dibekali pemahaman agar kemudahan transaksi tidak malah merugikan.

Hal tersebut terungkap dalam Forum Sosialisasi Belanja dan Jualan Online yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) di Balai Tawangarum, balai kota, Kamis (15/11). 

Dalam kesempatan itu, Kemenkominfo mengadakan pelatihan serta fasilitasi dan simulasi jualan online untuk mengajak pengusaha UKM agar turut serta membangun dan menggerakkan usaha e-commerce di Indonesia.

Direktur Informasi dan Komunikasi Perekonomian & Maritim Septriana Tangkary

menjelaskan, Indonesia memiliki potensi sangat besar menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar di Asia. Mengingat saat ini terdapat penetrasi pengguna internet yang mencapai lebih dari 132 juta.

Di sisi lain, pengguna e-commerce pun terus meningkat dengan bertambahnya portal e-commerce yang memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat saat ini.

"Transaksi online melalui portal e-commerce semakin populer digunakan di masyarakat, dan hal tersebut dapat dinilai sebagai perkembangan positif karena semakin mudah untuk menghubungkan penjual dan pembeli saat ini,” jelas dia. 

Hal tersebut penting disampaikan kepada pelaku UMKM agar semakin mengerti potensi pasar yang begitu besar. Langkah awal sudah terjajaki, namun edukasi akan penggunaan portal e-commerce penting untuk terus dilakukan," imbuhnya.

Septriana menambahkan, perkembangan ekonomi harus terus dipupuk, dan masyarakat harus terus diberi dorongan serta dukungan melakukan transaksi online agar industri dapat berkembang dengan pesat. Namun, penting untuk diingat, masyarakat pun perlu diberi perlindungan dengan dibekali ilmu cara bertransaksi digital yang aman.

Berdasar data Badan Pusat Statistik, kontribusi UMKM terhadap Produk Domestik Bruto Indonesia mencapai 61,41 persen dengan jumlah UMKM hampir mencapai 60 juta unit.

Namun, baru sekitar delapan persen atau sebanyak 3,79 juta pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan platform online untuk memasarkan produknya, padahal tren pergerakan konsumen semakin banyak di transaksi online.

Kepala Dinas Perdagangan Surakarta Subagiyo mengatakan, seluruh produk yang dibuat masyarakat memiliki peluang sama dalam program pemasaran online. "Nggak cuma yang jual batik. Jualan gorengan saja sekarang bisa online," terang dia. (irw/wa)

(rs/irw/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia