Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sragen

Siapkan Gedung Olahraga Multievent di Kawasan Pelosok

19 November 2018, 11: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Perangkat Desa Tanon menunjukkan bakal lahan untuk pembangunan gedung olahraga.

Perangkat Desa Tanon menunjukkan bakal lahan untuk pembangunan gedung olahraga. (AHMAD KHAIRUDIN/RADAR SOLO)

SRAGEN - Desa Tanon, Kecamatan Tanon menjadi salah satu desa yang beruntung pernah disambangi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati. Bahkan tak sendirian, bupati mengajak jajarannya langsung untuk menjawab kebutuhan masyarakat Desa Tanon dalam Kegiatan Tilik Kembang Desa (TKD).

Kepala Desa (Kades) Tanon Ali Mahmudi mengaku sangat senang, desa yang dipimpinnya mendapat perhatian dari bupati yang akrab disapa Mbak Yuni tersebut.

Alhamdulillah Mbak Yuni (julukan Kusdinar Yuni Untung Sukowati) datang ke sini terkait kegiatan TKD. Banyak memberi bantuan terkait kesejahteraan warga Tanon,” terang Ali, kepada Jawa Pos Radar Solo.

Ali menyampaikan saat TKD ada ratusan warga mendapat bantuan kebutuhan pokok. Selain itu ada tiga warga mendapat bantuan bedah rumah Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari pemkab Sragen.

Paskakegiatan TKD yang langsung dihadiri Mbak Yuni, dirinya mulai mengembangkan inovasi. Pihaknya menyiapkan dua opsi untuk inovasi Desa Tanon. Yakni membuat embung dan waterboom di Tanon. Dia menyampaikan karena air dari waterboom terus diganti baru, maka sisa air pembuangan digunakan untuk pengairan sawah.

Selain itu rencana inovasi yang lebih serius dibahas yakni gedung olahraga multi event. Gedung ini disiapkan untuk berbagai acara. Termasuk pertemuan dan hajatan bagi warga Tanon.

”Bisa digunakan untuk event apapun, lokasinya di tepi jalan raya. Bahkan bisa digunakan untuk kebutuhan olahraga, termasuk meringankan warga yang punya hajatan,” ujarnya.

Pihaknya menyampaikan ada lapak-lapak agar warga untuk berjualan di sekitarnya. Dia menyampaikan akan dikelola Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

”Sekaligus masyarakat disiapkan untuk warga berjualan. Lokasi di dekat lapangan, dan jika ada perhelatan besar seperti pengajian Habib Syech, masalah parkir sudah teratasi, jadi luas sekali,” ungkap Ali.

Lokasi pembangunan gedung akan disiapkan di selatan lapangan dukuh Bangle. Jalan menuju Pondok Pesantren Roudhoutul Tholifin. Namun pembangunannya butuh anggaran yang besar.

”Anggaran butuh Rp 1,8 miliar, kalau lahan full tak kalah dengan GOR Diponegoro,” ungkapnya.

Pihaknya masih melakukan musyawarah terkait rencana yang akan dilakukan. Pihaknya mengajak tokoh masyarakat dan Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) untuk merembug rencana tersebut.

”Selain program ini, harapannya Desa Tanon tetap punya pendapatan sendiri agar mandiri,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya menyampaikan ada program Pamsimas untuk kebutuhan air desa dan mendongkrak pendapatan desa. Dia menjelaskan masih ada masalah teknis untuk masalah pamsimas. Nantinya akan dicarikan solusi untuk masalah pamsimas.

Ali menjelaskan Desa Tanon memiliki produk yang menarik yakni Cendol Lele. Pihaknya menyampaikan butuh pemberdayaan masyarakat. Harapannya warga mau memanfaatkan pinjaman untuk mengembangkan usahanya.

Namun pihaknya saat ini dari desa masih berharap ada tambahan bantuan terkait kebutuhan sumur dalam areal persawahan dan soal infrastruktur. Kadas Ali menyampaikan harapannya ada bantuan perbaikan jalan.

”Saya harap ada perbaikan jalan antara Padas dan Jonoagar dimasukkan jalan kabupaten dan diperbaiki,” pintanya. (adv/din/edy)

(rs/din/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia