Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Lifestyle

Anak Kecanduan Gadget, Pakar: Orang Tua Jangan Ketinggalan Informasi

19 November 2018, 15: 00: 59 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Anak-anak tidak boleh kebablasan dalam bermain gadget tanpa pengawasan dari orang tua.

Anak-anak tidak boleh kebablasan dalam bermain gadget tanpa pengawasan dari orang tua. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO - Mudahnya penggunaan internet dewasa ini membuat sejumlah pihak prihatin. Meski sudah ada banyak kebijakan untuk membatasi penggunaan internet, berbagai konten kurang mendidik masih sangat mudah diakses anak dibawah umur.

Pemerhati parenting asal Solo, Hatta Syamsudin mengatakan, sesuai dengan rekomendasi Asosiasi Kedokteran Anak dari Amerika Serikat, anak di rentang usia 0-2 tahun tidak boleh terpapar berbagai jenis gadget. Selanjutnya, pada usia 3-6 tahun anak hanya boleh berinteraksi dengan gadget selama 1 jam per hari dan di usia 6-18 tahun maksimal 2 jam per hari.

“Makanya harus diperhatikan konten yang dikonsumsi. Kalau hanya menggunakan selama 10 menit tetapi konten yang dibuka tentang kekerasan kan bahaya,” terang dia dalam sebuah seminar mengenai pendidikan generasi milenial di era teknologi informasi.

Pria yang juga berprofesi sebagai dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) IAIN Surakarta itu menambahkan, fakta saat ini menunjukkan bahwa sebagian orang tua masih belum memiliki konsep dalam mendidik anak terkait penggunaan gadget. Hal ini karena ketidaktahuan generasi masa lampau akan perkembangan teknologi yang sedemikian pesat.

“Selama ini sifatnya mengalir saja, jadi tidak tetap. Seharusnya yang dilakukan oleh orang tua adalah membatasi, mengarahkan, dan memotivasi bagaimana anak bisa mendapatkan kebaikan dari internet,” beber dia.

Direktur Keuangan Badan Aksesbilitas, Telekomunikasi, dan Informatika (Bakti) Ahmad Juhari menyebutkan bahwa saat ini jumlah pengguna internet di Indonesia mencapai 82 juta orang dan berada pada peringkat ke-8 dunia. Dari jumlah tersebut, 80 persen di antaranya adalah remaja berusia 15-19 tahun. Faktanya, kemajuan teknologi informasi komunikasi ini, tidak hanya memberikan dampak yang positif, tetapi juga memberikan dampak yang buruk, terlebih pada perkembangan tumbuh kembang anak.

“Orang tua menjadi sosok yang cukup penting dalam pengawasan pengaksesan internet oleh anak sebagai pendukung proteksi yang dilakukan pemerintah selama ini,” terang dia. 

Karena itu, orang tua harus bisa memahami manfaat dan bahaya internet bagi anak. Dengan demikian, orang tua bisa meningkatkan pengawasan terhadap anak ketika berinteraksi dengan gadget.

“Orang tua tidak boleh gaptek. Di sini kami berperan dalam memberikan infrastruktur dan juga memberikan edukasi dan literasi kepada masyarakat untuk penggunaan internet yang baik,” papar Jauhari. 

Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari juga menilai bahwa parenting milenial ini banyak tantangannya. Salah satunya adalah anak zaman sekarang akrab dengan gadget.

Karena itu, pengetahuan orang tua di era milenial ini sangat mempengaruhi tercetaknya generasi emas di masa mendatang. Tingginya intensitas anak zaman sekarang dalam bermain ponsel harus diiringi dengan meningkatnya pemahaman dan pengawasan orang tua terhadap teknologi.

“Ada beberapa hal yang kami tekankan, mulai dari internet  atau teknologi informasi, tentang bagaimana penggunaan teknologi yang baik, dan tentang bagaimana 'parenting' atau pengasuhan anak. Tanpa pemahaman tersebut pada orang tua, mustahil akan tercetak generasi emas di Indonesia,” ujarnya. (ves/bun)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia