Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Tarif Parkir di Solo Naik, Ini Rinciannya

23 November 2018, 09: 11: 53 WIB | editor : Fery Ardy Susanto

Juru parkir dengan seragam barunya bertugas mengatur kendaraan bermotor.

Juru parkir dengan seragam barunya bertugas mengatur kendaraan bermotor. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

SOLO - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Surakarta menyelenggarakan pelatihan dan pembekalan bagi seluruh pengelola dan juru parkir (jukir) Kota Bengawan di Diamond Restauran, Kamis (22/11). Kegiatan tersebut merupakan kelanjutan sosialisasi perubahan zonasi parkir yang diumumkan pekan lalu. 

“Kegiatan ini diikuti 1.650 peserta terdiri dari 250 pengelola parkir dan 1.400 petugas parkir di zona C, D maupun E. Pelatihan dan pembekalan teknis bertujuan meningkatkan kualitas SDM petugas parkir bebas dari kegiatan dari pungutan liar (pungli)," jelas Kepala Dishub Kota Surakarta Hari Prihatno di sela kegiatan Kamis (22/11).

Menurut Hari, sosialisasi perubahan zonasi itu berdampak pada nominal retribusi yang dibebankan pada pengguna jasa parkir sesuai zonanya. Yakni Zona C meliputi Jalan Slamet Riyadi, Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Kapten Mulyadi, Jalan Komodor Yos Sudarso, Jalan Dr. Radjiman, Jalan Veteran dan lainnya termasuk jalan protokol dengan tarif parkir sepeda Rp 500, andong/dokar/becak Rp 500.

Selanjutnya sepeda motor Rp 2.000, mobil penumpang Rp 3.000, bus/truk sedang Rp 5.000 dan bus/ truk besar Rp 7.000. 

Sedangkan Zona D meliputi Jalan Setia Budi, Jalan Juanda, Jalan Bhayangkara, Jalan MT Haryono, Jalan H Agus Salim, Jalan Ronggowarsito dan jalan selain zona C dengan tarif parkir sepeda Rp 500, andong/dokar/becak Rp 500, sepeda motor Rp 1.500, mobil penumpang Rp 2.000, bus/truk sedang Rp 3.500 dan bus/ truk besar Rp 5.500. 

Dan untuk Zona E meliputi semua jalan di tepi jalan umum, selain yang termasuk di Zona C dan D dengan tarif parkir sepeda Rp 500, andong/dokar/becak Rp 500, sepeda motor Rp 1.000, mobil penumpang Rp 1.500, bus/truk sedang Rp 3.000 dan bus/ truk besar Rp 4.000. 

Sejauh ini, lanjut Hari, banyak juru parkir yang belum tertib dalam menjalankan kewajibannya. Seperti tidak mengembalikan sisa pembayaran dan lainnya.

“Jangan malah aji mumpung menarik tarif parkir melebih ketentuan. Petugas parkir juga harus disiplin menggunakan seragam parkir, celana panjang dan sepatu saat bertugas,” tegasnya.

Ketua Asosiasi Perparkiran Surakarta (Asparta) Ngadiyo mengaku setuju dengan perubahan tarif parkir sesuai zona. Hal tersebut diharapkan mengurangi potensi pungutan liar dan meningkatkan kesejahteraan juru parkir.

Soal seragam parkir, sambung Ngadiyo, pihaknya terus mengimbau para jukir agar selalu mengenakannya lengkap dengan sepatu dan celana panjang.

"Kami selalu menekankan hal ini pada seluruh anggota asosiasi. Yang melanggar biar diberi sanksi,” tuturnya. (ves/wa)

(rs/ves/fer/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia