Jumat, 19 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Mengintip Kemampuan The Survivor, Robot Pendeteksi Korban Bencana

25 November 2018, 08: 15: 59 WIB | editor : Perdana

KARYA ASLI ANAK NEGERI: Amadeo dan Salma segera meningkatkan kemampuan The Survivor.

KARYA ASLI ANAK NEGERI: Amadeo dan Salma segera meningkatkan kemampuan The Survivor. (A.CHRISTIAN/RADAR SOLO)

Share this      

Kondisi geografis Indonesia yang terletak di antara tiga lempeng tektonik membuat rentan terhadap bencana. Terutama gempa dan tsunami. Itu mengilhami Amadeo Ahnaf dan Salma Sonia Sagiri menciptakan robot bernama The Survivor.

A. Christian, Solo.

Dari pemberitaan yang sering diakses dua murid kelas 11 IPA MAN 1 Surakarta itu, sejumlah korban sulit ditemukan karena terhalang medan yang berat maupun tertimpa reruntuhan. Mereka berharap, ketika lokasi korban cepat terdeteksi, maka pertolongan bisa segera dilakukan. 

Alhasil, Amadeo dan Salma yang tergabung dalam ekstrakurikuler robotik membuat robot yang mampu melewati medan berat. Mereka butuh waktu sekitar dua bulan untuk merakit The Survivor.

Robot tersebut dibekali sensor termal yang bisa mendeteksi suhu tubuh manusia dalam keadaan hidup. Yaitu antara suhu 31-40 derajat celsius. Ketika sampai di lokasi korban, The Survivor akan mengitarinya. Buzzer atau alarm robot juga berbunyi.

“Kita pakai lampu light stick. Robot akan menjatuhkan light stick sebagai penanda bahwa di titik tersebut ada korban yang masih selamat dan harus segera ditolong,” ujar Salma.

Sebagai energi penggeraknya, The Survivor dibekali baterai 12 volt dan tahan selama satu jam. Selain itu, sensor yang terpasang mampu mendeteksi suhu tubuh manusia dalam radius tujuh meter.

Soal biaya pembuatan, Salma menyebut Rp 6 juta rupiah. Dana yang relatif mahal tersebut karena ada beberapa bagian penting robot harus dibeli dengan cara impor lewat online.

Belum puas dengan kinerja The Survivor, Amadeo berencana menambah kekuatan baterai dan sensitivitas sensor agar mampu mendeteksi suhu tubuh dari jarak 100 meter. “Kita juga akan buat robot ini bisa memanjat dan berjalan di dalam air,” terang Amadeo.

Guru pendamping Amadeo dan Salma, Prihantoro Eko Sulistyo mengaku bangga dengan karya muridnya. Sebab, The Survivor menyabet juara ketiga dalam kompetisi robotik tingkat nasional '4th Madrasah Robotic Competition 2018 di Depok, Jabar awal bulan lalu.

Prihantoro akan mendorong Amadeo dan Salma meningkatkan kemampuan The Survivor. “Pertama kita kembangkan dulu model-model yang lebih mutakhir. Kami berharap robot ini di masa depan bisa menjadi pendamping tim evakuasi bencana alam,” terangnya. (atn/wa)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia