Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga

IPSI Bidik Pencak Silat Bisa digelar di Olimpiade 2020

25 November 2018, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

KUAT: Salah satu siswa Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah tengah memperlihatkan skill silatnya.

KUAT: Salah satu siswa Perguruan Seni Beladiri Indonesia Tapak Suci Putera Muhammadiyah tengah memperlihatkan skill silatnya. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Indonesia berbangga, karena pencak silat hampir 100 persen mendulang seluruh emas yang dipertandingkan di Asian Games 2018 di Jakarta. Kini target utama Indonesia adalah lebih tinggi lagi, dimana cabang olahraga tarung asli Indonesia ini harus bisa digelar di Olimpiade ke depannya.

”Kami terus melobi agar pencak silat bisa digelar di ekshibisi Olimpiade Tokyo (2020). Untuk bisa goal, tentu butuh banyak langkah, salah satunya dengan banyak melobi negara-negara Eropa,” terang Mantan Pelatih Timnas Pencak Silat Indonesia, Rony Syaifullah kepada Jawa Pos Radar Solo kemarin.

Pembina pencak silat UNS tersebut mengakui saat ini hampir 70 persen kuota jumlah peserta sudah terisi.

”Maksimal bisa digelar jika ada 75 negara yang memiliki cabor ini, dan saat ini pencak silat sudah ada di 50-60 negara. Saya yakin dengan adanya tim pengembangan, kami bisa meluaskan olahraga ini agar lebih mendunia. Olahraga silat tidak kalah dengan kungfu, silat juga punya perform yang menarik saat bertanding,” ujarnya. 

Niat besar inilah yang membuat Rony memutuskan untuk menanggalkan statusnya sebagai pelatih Timnas. Ajakan dari petinggi PB IPSI memang langsung diterimanya usai kesuksesan Indonesia di Asian Games.

”Saya memutuskan untuk berhenti di posisi ini, dan merasakan ini sebagai puncak karir saya. Dan saya titik disini (pelatih timnas). Saya ingin membuka ruang pada pelatih lainnya untuk bisa ada di posisi saya, dan semogamereka bisa membuktikan dirinya bisa melebihi apa yang sudah saya dan tim berikan untuk Timnas kemarin,” ujarnya.

Akan dibalik layar, ternyata dirinya juga akan fokus membina para calon atlet yang pantas untuk masuk timnas. 

”Saya lihat hampir seluruh daerah di Indonesia punya perguruan silat, dan ini bekal yang bagus untuk mengembangkan cabor ini. Saya rasa kita tidak pernah kehabisan atlet, malah untuk menjadi pemain kelas 1 begitu ketat persaingannya,” tegasnya. (nik)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia