Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Aksi Pertama, Jambret Babak Belur Dimassa.

26 November 2018, 21: 46: 15 WIB | editor : Perdana

Aksi Pertama, Jambret Babak Belur Dimassa.

SOLO – Apes, hal inilah yang dialami Supriyanto alias Dalia,53, bagaimana tidak? Diaksi pertama melakukan percobaan penjambretan diruas jalur lambat jalan Dr. Rajiman tepatnya didepan Hotel Kusuma Senin (26/11) pagi berhasil digagalkan warga. Massa yang geram langsung menghakimi pelaku.

Pelaku yang merupakan warga Kampung Karangasem, RT 02 RW 02 Kelurahan Gandekan, Kecamatan Jebres ini terlihat masih menahan sakit dibagian wajah saat di lidik unit Reskrim Polsek Laweyan kemarin. Mata kanannya memar karena mendapat bogem mentah warga. 

Untuk bayar cicilan motor, hal inilah yang menjadi alasan bapak 8 anak ini nekat melakukan aksi kejahatan tersebut. Pelaku mengatakan dirinya memiliki tunggakan cicilan motor. “telat bayar satu kali. Sudah ditelpon terus sama dealernya. Bingung bagaimana cara melunasinya, akhirnya saya nekat,” kata pria yang sehari-hari menjadi juru masak disalah satu rumah makan di Solo ini.

“sekarang gaji saya kecil, anak saya banyak. Harus bayar cicilan, setiap bulan Rp. 670 ribu. Baru saya bayar 4 kali. Kemudian saya minta keringanan dari dealler, karena memang benar-benar tidak punya uang. Dari situ saya nekat,” kata Pelaku.

Supriyanto sendiri menceritakan kejadian sekitar pukul 09.30 itersebut bermula saat dia melihat ada seorang wanita paro baya naik becak melintas di Jalan Rajiman dari arah timur menuju barat tepatnya disimpang empat baron. Jarak 300 meter pelaku yang saat ini mengendarai sepeda motor Beat dengan nopol AD 5590 ZS menyalip becak dan putar balik menuju becak.

Setelah menghampiri korban, pelaku lantas berusaha menarik tas dari korban. Namun usaha tersebut gagal karena korban cukup kuat menggenggam tasnya. Aksi tarik menarik sempat terjadi selama 5 menit, sampai akhirnya ada warga yang melihat kejadian tersebut. Warga lantas menangkap dan menghakimi pelaku.

Beruntung, anggota Polsek Laweyan saat itu sedang melakukan patroli rutin dan melihat ada kerumunan dilokasi. “saat anggota mendekat, ternyata ada pelaku percobaan penejambretan yang babak belur. Kemudian kita amankan agar tidak menjadi bulan-bulanan warga,” Kata Kapolsek Laweyan, Kompol Ary Sumarwono.

“kita mengapresiasi langkah warga yang mengamankan pelaku kejahatan, namun kita menyangkan dengan adanya main hakim sendiri ini. Untuk itu, kedepan saya minta kalau menangkap pelaku kejahatan agar segera menyerahkan ke kantor polisi terdekat, kalau tidak laporkan kepada polisi,” imbuh Ary.

Selain pelaku, pihak yang berwajib mengamankan sepeda motor sebagai sarana aksi. Pelaku sendiri diancam dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara. “kita minta kepada korban untuk segera melakukan laporan atas kejadian ini, sebab pasca kejadian, korban malah menghilang. Meski begitu, kasus ini tetap kita usut,” katanya. (atn)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia