Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Solo

Selama 5 Tahun, Masuk 37 Juta Wisatawan

27 November 2018, 18: 25: 29 WIB | editor : Perdana

HERITAGE: Keraton Kasunanan Surakarta sebagai salah satu daya tarik wisatawan.

HERITAGE: Keraton Kasunanan Surakarta sebagai salah satu daya tarik wisatawan. (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

Share this      

KEBERAGAMAN dan keindahan objek wisata di Jawa Tengah menjadi andalan untuk menggenjot pendapatan anggaran daerah (PAD). Jumlah wisatawan dari tahun ke tahun diklaim terus meningkat.

Guna mengoptimalkan potensi tersebut, DPRD Jateng bekerja sama dengan magister ekonomi dan studi pembangunan (MESP) Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar diseminasi hasil studi.

Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis UNS Surakarta Evi Gravitiani, menegaskan pariwisata menjadi sektor strategis dalam sistem perekonomian nasional yang memberikan kontribusi besar terhadap pendapatan negara.

"Pembangunan pariwisata di Jateng yang menjadi andalan utama di antaranya wisata heritage yang memiliki jumlah kunjungan wisata sangat banyak. Seperti Candi Borobudur, Prambanan maupun Kawasan Dieng," jelasnya.

Menurut Evi, total kunjungan wisatawan ke Jateng selama lima tahun terakhir juga meningkat. Dari 22 juta pada 2011, menjadi 37,47 juta di 2016. Dari jumlah itu, kunjungan wisatawan mancanegara fluktuatif berkisar antara 372.000 hingga terakhir tercatatlebih dari  578.000 (2016).

Dengan kondisi itu, Pemprov Jateng perlu fokus pada pembangunan pariwisata bekerja sama dengan pemangku kepentingan pariwisata dengan memperkuat organisasi kepariwisataan, pembangunan SDM kepariwisataan dan penyelenggaraan penelitian maupun pengembangan kepariwisataan.

"Potensi terbesar terletak pada wisata alam, dengan memperbaiki akomodasi dan transportasi lokal. Wisata budaya dan wisata buatan menduduki peringkat selanjutnya," ujarnya.

Anggota Komisi C DPRD Jateng Bambang Eko Purnomo menerangkan, semua pihak mesti mengetahui lebih dulu mana destinasi pariwisata yang menjadi milik Pemprov Jateng. Dia mencontohkan, Candi Prambanan, Candi Boko bahkan Candi Borobudur milik pemerintah pusat. Keraton Kasunanan Surakarta bahkan bukan milik pemprov maupun Pemkot Surakarta.

"Ada banyak destinasi wisata tapi pelaku maupun pemiliknya bukan kita (Pemprov Jateng). Paling, Jateng dapat retribusinya saja dan itu kecil," katanya.

Anggota Komisi C lainnya Muhammad Rodhi menambahkan, pelaku pariwisata mulai dari sektor transportasi, perhotelan, restoran, hingga penyedia suvenir itu bukan Pemprov Jateng. "Memang harus ada mapping, jangan sampai capek bicara PAD, ternyata bukan," tambahnya. (fth/ton/JPG/wa)

(rs/gis/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia