Kamis, 14 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

PT RUM Diberi Waktu Lima Hari Beroperasi

28 November 2018, 15: 21: 57 WIB | editor : Perdana

PROTES BAU: Warga mendatangi Pemkab Sukoharjo menuntut penutupan operasional PT RUM kemarin.

PROTES BAU: Warga mendatangi Pemkab Sukoharjo menuntut penutupan operasional PT RUM kemarin.

Share this      

SUKOHARJO – Ratusan warga Nguter, Sukoharjo ditambah dari Wonogiri dan Karanganyar mengeruduk Pemkab Sukoharjo Selasa ( 27/11). Mereka satu kata menuntut agar Bupati Wardoyo Wijaya mencabut izin PT Rayon Utama Makmur (RUM) karena dituding menjadi penyebab munculnya bau tidak sedap di daerah mereka.

Atas desakan tersebut, bupati pun mengambil sikap tegas dengan mengeluarkan surat perintah agar PT RUM menghentikan proses uji coba produksi. Mereka diberi waktu lima hari ke depan atau sampai 2 Desember untuk menghabiskan bahan serat rayon.

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya usai audensi mengatakan, pihaknya telah mengeluarkan SK penutupan uji coba PT RUM mulai 2 Desember 2018. PT RUM dipersilakan menghabiskan bahan sampai batas waktu tersebut. Namun, setelah itu PT RUM harus tutup.

”Kalau mencabut izin, tidak bisa serta merta dilakukan. Sebab, berdasarkan aturan yang ada, ternyata PT RUM sudah mencapai bawah ambang batas. Masalahnya adalah bau yang menyengat dan warga minta bau itu hilang,” tegas bupati.

Bupati lalu mempersilakan perwakilan PT RUM yang datang untuk menyampaikan SK tersebut kepada pimpinan perusahaan tersebut. Masyarakat juga dipersilakan untuk mengawal SK itu agar tidak dilanggar. 

Saat ditanya bagaimana kalau PT RUM melanggar, bupati mempersilakan warga mendatangi PT RUM untuk meminta pertanggungjawaban. ”Silakan datangi PT RUM kalau nanti tetap trial,” katanya.  

Sementara itu, General Manager (GM) HRD PT RUM Haryo Ngadiyono mengatakan, pihaknya selama ini sudah melakukan yang terbaik. Bahkan, limbah yang mereka keluarkan sudah sesuai dengan ambang batas yang ditentukan pemerintah. Terkait persoalan bau, pihaknya sampai saat ini masih mencari penyebabnya. 

”Kita terus mencari sumber yang menyebabkan bau ini. Kami sudah upayakan berbagai cara, tapi tidak mempan,” papar dia.

Koordinator aksi Ari S usai audensi berjanji akan mengawal keputusan tersebut bersama warga lainnya. Bila sampai batas waktu uji coba tidak dihentikan, maka warga akan menagihnya. “Sudah ada keputusan tadi. Jadi kalau sampai dilanggar akan kami tagih,” ujarnya. (yan/bun)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia