Kamis, 18 Jul 2019
radarsolo
icon featured
Klaten

Makin Dilirik Wisatawan, Candi Plaosan Berbenah

28 November 2018, 15: 28: 39 WIB | editor : Perdana

PERAWATAN: Sejumlah petugas membersihkan bagian stupa Candi Plaosan demi menjaga warisan leluhur tersebut.

PERAWATAN: Sejumlah petugas membersihkan bagian stupa Candi Plaosan demi menjaga warisan leluhur tersebut. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

Share this      

KLATEN - Candi Plaosan kini menjadi salah satu magnet wisatawan selain Candi Prambanan. Terobosan pemerintah desa setempat mengemas wisatawan sejarah sembari menikmati pertunjukan kesenian tradisional mulai menarik perhatian wisatawan lokal maupun luar negeri. 

“Yang jelas rencana kami pada 2019 mengoptimalkan  potensi yang ada, termasuk membuat joglo terlebih dahulu. Nantinya akan digunakan untuk pementasan kesenian jathilan. Kebetulan di desa kami terdapat dua kelompok kesenian jathilan yang selama ini eksis,” jelas Kepala Desa Bugisan, Heru Nugroho, Selasa (27/11).

Heru mengungkapkan, pendirian joglo itu berada di tanah kas desa dengan luas menyampai 2.000 meter persegi. Hanya saja letaknya tidak berada di sekitar Candi Plaosan, melainkan di ruas jalan utama desa tersebut. Posisinya cukup strategis karena berada di antara Candi Plaosan dan Candi Sewu.

Nantinya untuk tempat pementasan joglo itu akan mampu menampung hingga 250 orang. Selama ini wisatawan baru mengunjungi candi dengan membayar tiket masuk sebesar Rp 3.000. Meski pemerintah desa mendapatkan pemasukan sebesar 20 persen dari tiket masuk, tetapi tetap ingin mengembangkan ini demi mampu meningkatkan kesejahteraan warganya.

Diakuinya peningkatan jumlah wisatawan yang datang dikarenakan berbagai event yang selalu memanfaatkan pemandangan Candi Plaosan. Tetapi, Heru tidak ingin hanya bertumpu pada event yang sudah diagendakan tersebut. Melainkan mampu menciptakan keramaian setiap harinya melalui pementasan jathilan.

“Sekarang sudah banyak kok bus pariwisata yang langsung menuju ke Candi Plaosan. Soalnya tiket masuknya lebih murah ketimbang ke Candi Prambanan. Tentunya ini menjadi peluang kami menawarkan kepada turis untuk menyaksikan berbagai pertunjukan kesenian yang kita miliki,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu pengunjung Candi Plaosan Dwi Hastuti, 26,  berharap adanya penataan kawasan wisata. Terutama wahana yang bisa mendukung dari wisata candi kembar itu sendiri. “Kalau tidak segera berinovasi lama-lama pengunjung akan bosan juga. Karena tempat yang serupa seperti itu juga banyak,” jelasnya. (ren/bun)

(rs/ren/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia