Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Olahraga
Kejurnas Panjat Tebing 2018

Tim Jateng Masih Perkasa, Tempel Ketat Jatim

30 November 2018, 15: 00: 09 WIB | editor : Perdana

ADU CEPAT: Atlet panjat tebing dari berbagai Indonesia beradu nyali di Kejurnas Panjat Tebing 2018 yang digelar Solo Sport Climbing, Manahan.

ADU CEPAT: Atlet panjat tebing dari berbagai Indonesia beradu nyali di Kejurnas Panjat Tebing 2018 yang digelar Solo Sport Climbing, Manahan. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Kontingen Jawa Tengah masih perkasa di ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Panjat Tebing 2018 yang digelar 27 November-2 Desember di Solo Sport Climbing, Manahan. Sampai kemarin sore, Jateng sukses ada di posisi kedua, dengan meraih tiga emas, satu perak dan satu perunggu. Raihan ini hanya kalah dari kontingen Jatim yang sudah mendulang  tiga emas, dan tiga perak.

Di hari kedua, dua emas sukses disabet oleh kontingen tuan rumah. Penyumbang emas Jateng berasal dari kategori lomba speed world record relay putra, yang mengandalkan sosok Alfian M. Fajri, Kiromal Katibin dan Gusti Abimanyu. Ketiganya sukses memperolehan waktu 19.639 detik. Tim Jateng ini berhasil mengalahkan tim Jawa Timur yang meraih catatan waktu 21.739 detik, yang sempat melakukan kesalahan pada pemanjat ketiganya. 

Alfian mengaku senang dengan pencapaian timnya, meski dari sisi pencapaian waktu dirinya, dia tidak puas karena ada sedikit penurunan.  ”Sudah maksimal. Ini pertama kalinya saya dapat medali emas dari kelas relay putra di Kejurnas. Tahun kemarin dengan tim ini, kami hanya dapat perunggu. Alhamdulillah sekarang bisa dapat emas,” terang pemanjat asal Makamhaji, Sukoharjo ini.

Alfian berpeluang mendulang dua emas di ajang ini di babak kualifikasi kelas speed WR perorangan putra. Dirinya menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 6,178 detik, unggul dari Rahmat Adi Mulyono asal Jatim dengan raihan 6,221 detik.

Mantan pendulang perak di ajang Asian Games 2018 di Palembang tersebut mengakui ini jadi bekal dirinya sebelum terjun diajang internasional. Belum lama ini Alfian sukses meraih medali emas di Jepang. 

Alumnus Asian Games lainnya asal Jateng yakni Aries Susanti ternyata juga sukses menyumbangkan emas untuk Jateng di kejurnas ini. Dia bersama rekannya Santi Welyanti, dan Agustina Sari menjadi yang tercepat di kelas speed world record relay  putri.

Atlet asal Solo lainnya yang menyumbangkan emas adalah Indahwati. Dirinya bersama Harini, Bhetari Toto, dan Ndona Nasugia menjadi yang tercepat di kelas bounder tim putri, unggul dari Jatim yang harus puas mendulang perak, dan Bali yang legawa dengan raihan perunggu.

Pelatih Kontingan Jateng Iwan Heri Susanto mengaku belum cukup puas dengan pencapaian Jateng hingga hari ini.  Dirinya menilai kejuaraan ini untuk mempersiapkan langkah Jateng untuk membentuk tim jelang terjun di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2020 di Papua. 

”Kami tidak memasang target untuk emas, kebetulan kami hanya ingin memantau kekuatan tim Jateng potensinya seperti apa,” ucap Iwan. (mg4/nik/bun)

(rs/NIK/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia