Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Jateng

Stadion Jatidiri Lebih Megah dari Jakabaring

30 November 2018, 15: 20: 59 WIB | editor : Perdana

TARGET DESEMBER: Proyek pengerjaan Stadion Jatidiri Semarang sudah mencapai 86 persen.

TARGET DESEMBER: Proyek pengerjaan Stadion Jatidiri Semarang sudah mencapai 86 persen.

SEMARANG - Progres renovasi Stadion Jatidiri saat ini telah mencapai 86 persen dari target penyelesaian pada 15 Desember 2018. Jika telah rampung digarap eksterior dan interiornya, stadion ini diyakini bakal lebih megah dari Stadion Jakabaring Palembang. 

Proses renovasi stadion tersebut merupakan rangkaian proyek Kawasan Olahraga Jatidiri di Kota Semarang yang menelan biaya Rp1,1 triliun. Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah Urip Sihabudin menjelaskan di kawasan tersebut meliputi fasilitas seluruh olahraga, khususnya yang jadi andalan Jawa Tengah. 

Selain stadion, di kawasan tersebut tersedia fasilitas GOR, kolam renang indoor, lapangan tenis standard international, lapangan voli pasir, kemudian sepatu roda. Selain itu juga asrama, sekolah khusus olahraga (SKO), gedung terpadu untuk tempat latihan cabang olahraga perorangan seperti silat. Kemudian gedung penunjang parkir vertikal serta youth dan gym center. 

“Pembangunan semuanya akan selesai pada tahun 2021. Total anggaran pembangunan kawasan ini mencapai Rp1,1 triliun dan dilakukan secara bertahap,” katanya saat dihubungi kemarin. 

Khusus untuk rehab stadion, Urip menjelaskan, rehab meliputi pembangunan tribun, lapangan, kursi penonton, sebagian atap dan lintasan atletik dengan total anggaran Rp 610 miliar. “Stadion ini memiliki kapasitas 45 ribu single seat. Ditunjang dua lift. Lampu akan memakai yang seperti di GBK (Gelora Bung Karno) karena ingin kalau dipakai malam hari tidak ada bayangan. Untuk rumput pakai rumput Italia,” katanya. 

Untuk eksterior, lanjut Urip, stadion Jatidiri bakal berbeda dari stadion lain yang ada di Indonesia karena akan merepresentasikan budaya Jawa. Eksterior itu, katanya, kalau dari depan yang tampak pertama adalah kanopi yang berbentuk gunungan wayang. Meski secara lahan tidak seluas GBK dan Jakabaring, Urip mengatakan soal keindahan dan fasilitas tidak mau kalah.  “Stadion ini satu tingkat di atas Jakabaring dan sedikit di bawah GBK,” katanya. 

Dia berharap dengan pembangunan kawasan olahraga terpadu ini semakin meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap olahraga sehingga memicu prestasi atlet khususnya dari Jawa Tengah. Karena tujuan pembangunan ini adalah untuk kemajuan dunia olahraga di Jawa Tengah.

Khusus untuk atlet sepakbola, Urip memberi catatan meski pengerjaan lapangan akan usai pada 15 Desember tahun ini, tapi untuk keseluruhan stadion baru bisa digunakan secara optimal pada akhir tahun 2019. Karena masih akan dilakukan pembangunan lintasan atletik, penyelesaian atap dan electrical mechanical lengkap, termasuk lampu dan lift. 

“Saya belum bisa memberi penjelasan (untuk penggunaan stadion) karena harus lapor pak gubernur. Harus ada kajian teknis, karena dari sisi perencanaan, teknis dan pengawas mungkin nggak? Pengerjaan tahun depan kan juga besar,” katanya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, renovasi Stadion Jatidiri ini sebagai upaya pembinaan olahraga di Jawa Tengah. Sebab renovasi stadion yang nantinya dilengkapi dengan SKO, asrama dan sejumlah fasilitas lain tentu akan mendukung aktivitas para atlet agar nantinya bisa lebih berpretasi. Terlebih Jawa Tengah memiliki potensi luar biasa dalam berbagai bidang olahraga yang tidak hanya berprestasi di tingkat nasional namun juga internasional. 

Selain itu, kompleks ini juga diharapkan bisa menjadi sportourism kebanggaan warga Jawa Tengah dengan sejumlah fasilitas yang ada. “Setelah fasilitas, sarana dan prasarana bagus, pembinaan atlet-atletnya juga harus bagus sehingga prestasi bisa tercapai. Masyarakat juga harus ikut menjaga Jatidiri yang menjadi kebanggaan bersama, jangan dicorat-coret, dijaga kebersihannya,” ujarnya. (lhr/bay)

(rs/bay/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia