Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Sidang Perdana Kasus Cepu, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

04 Desember 2018, 22: 08: 30 WIB | editor : Perdana

Sidang Perdana Kasus Cepu, Kuasa Hukum Ajukan Eksepsi

SOLO – Kasus AW,3cepu atau informan narkoba yang diamankan Dit Narkoba Polda Jawa Tengah menjalani sidang perdana di Pengadilan Negeri (PN) Surakarta Selasa (4/12) pagi kemarin. Agenda sidang sendiri merupakan mendengarkan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum. Atas dakwaan tersebut, terdakwa merasa keberatan atas dakwaan tersebut dan mengajukan Eksepsi atau pembelaan.

Sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Ganjar Pasaribu dimulai sekitar pukul 11.00 pagi. Dalam Kesempatan tersebut, JPU Umum, Agus Budiarti mendapat kesempata untuk menyampaikan dakwaannya. Agus Lantas membaca surat dakwaan No. PDM-117/SKRTA/Euh.2/11/2018 didepan majelis hakim.

Dalam surat dakwan tersebut, terdakwa AW ditangkap aparat kepolisian pada Kamis (20/9) silam sekitar pukul 14.00 di kostnya yang berada dikawasan Kampung Bonorejo, Kelurahan Nusukan, Kecamatan Banjarsari. “dimana terdakwa tanpa hak atau melawan hukum, menawarkan untuk menjual, dijual, membeli, menerima, menjadi perantara Narkotika golongan I,” kata Agus.

“saat dilakukan penangkapan, terdakwa melemparkan plastik klip kecil berisi satu paket sabu ke lantai depan pintu kamar kost terdakwa. Mengetahui hal tersebut Anggota Dit Narkoba Polda Jawa Tengah langsung melakukan penangkapan dan pengeledahan badan serta kamar kost terdakwa,” tutur Agus.

Dari hasil pengeledahan, Polisi  menemukan satu paket sabu seberat 4,8 gram, HP milik terdakwa, serta 1 pack plastik kecil. Dari hasil BAP Petugas, Sabu tersebut didapatkan AW dari B (DPO) yang diambil dikawasan Purwosari. Barang haram ini dibeli terdakwa dengan harga Rp. 4,25 juta.

Dalam BAP, lanjut Agus, sabut tersebut dibeli oleh terdakwa atas perintah FAP, salah seorang anggota Sat Narkoba disalah satu Polres di Karesidenan Surakarta. “Dari hasil penyidikan kepolisian. FAP menjelaskan kalau AW merupakan seorang cepu. Namun FAP tidak pernah menyuruh AW untuk membeli sabu.

Selain ditemukan sabu, lanjut Agus, urin dari terdakwa juga sudah di cek dan hasilnya positif mengandung metamfetamina terdaftar dalam golongan I. Atas dasar itulah, JPU mendakwa  WA dengan pasal 114 ayat 1 Jo 112 ayat 1 Undang-Undang RI No. 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara.

Usai membacakan dakwaan, Terdakwa AW yang diwakili Yusuf Suranto kuasa hukumnya merasa keberatan dan mengajukan eksepsi. Pengajuan pembelaan tersebut diterima oleh Ketua Majelis Hakim, namun pembacaan pembelaan ditunda Selasa (11/12) pekan depan. Sidang yang berjalan selama 15 menit ini ditandari dengan pengetukan palu oleh Ganjar.

Dijumpai usai persidangan, Yusuf mengatakan eksepsi yang nantinya akan mempermasalahkan surat dakwaan yang dinilai pihak terdakwa tidak cermat, tidak lengkap dan tidak jelas berdasarkan pasal 143 ayat 2 huruf B Undang-Undang No. 81 tahun 1981 tentang KUHAP.

“untuk detailanya apa saja yang menengai tidak cermat itu akan diuraikan dalam sidang eksepsi minggu depan. Yang jelas eksepsi ini bukan upaya untuk memperpanjang proses pesidangan tapi untuk melihat surat dakwaan secara komprehensif dari sudut pandang terdakwa,” pungkas Yusuf. (atn)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia