Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

UML Diresmikan, Sukoharjo Bisa Uji Tera Mandiri 

06 Desember 2018, 14: 15: 01 WIB | editor : Perdana

ilustrasi

ilustrasi

Share this      

SUKOHARJO – Sukoharjo saat ini sudah bisa melakukan uji tera mandiri. Hal ini disusul peresmian Unit Metrologi Legal (UML). Harapannya UML ini dapat memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) untuk kedepannya. 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo mengatakan, dengan diresmikannya UML Sukoharjo ini kewenangan daerah semakin luwes. Pihaknya bisa melakukan uji tera mandiri dan melayani permintaan masyarakat. ”Peresmian dilakukan serentak di Bandung oleh Menteri Perdagangan RI, Enggartiasto Lukito,” paparnya. 

Peresmian juga dihadiri Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya. Pihaknya mengatakan, saat ini keberlanjutan Metrologi tergantung daerah. Posisi pemerintah pusat hanya mendukung dan memberikan apresiasi pada daerah yang memiliki UML. 

Menurut dia, UML Sukoharjo ini tidak begitu saja berdiri. Ada beberapa tahapan yang mereka lalui seperti mendapat penilaian dan sertifikat keterangan kemampuan pelayanan Tera/Tera Ulang (SKKPTTU). ”Itu kami dapat dari Dirjen Perlundungan Konsumen dab Tertib Ukur Niaga,” jelasnya. 

Saat ini dengan diresmikan UML pihaknya dapat memberikan pelayanan pada masyarakat meliputi tera alat ukur, takar, timbang dan perlengkapanya (UTTP). Harapannya UML ini dapat memberikan kontribusi pada PAD Sukoharjo. Dia memaparkan, Sukoharjo sendiri memiliki 16 jembatan timbang yang tersebar di berbagai industri. Sementara itu, ada 24 pompa ukur BBM dan 25 ribu timbangan. Saat ini kantor UML berada di jalan Nangka N0.9 Gayam, Sukoharjo. 

Ada beberapa kabupaten lain yang meresmikan UML ini yakni Boyolali, Jepara, Kediri, Rembang, Magelang, Grobogan, Sragen  dan Cilacap. Menurut Sutarmo UML ini adalah merupakan kemajuan untuk daerah. Dia berharap dapat difungsikan dengan baik kedepannya apalagi untuk melakukan pengecekan takaran. 

Dia mengatakan, pihaknya saat ini bisa melakukan uji tera sendiri pada Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Sukoharjo. Dengan begitu pengawasan bagi para pelaku usaha juga akan semakin ketat. Jangan sampai ada yang melakukan kecurangan terkait dengan takaran pada masyarakat. 

”Kita akan memacu kerja lebih baik lagi kedepan apalagi dengan diresmikannya UML ini tentu menimbulkan semangat baru,” papar Sutarmo. (yan)

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia