Minggu, 16 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Wonogiri

Tiga Desa Wonogiri Diserang Lalat

06 Desember 2018, 18: 03: 10 WIB | editor : Perdana

Tiga Desa Wonogiri Diserang Lalat

Bahkan warung makan desa setempat terpaksa tutup sejak 4 hari belakangan ini.

Warga Desa Gunungsari Kisrowo mengatakan bahwa serangan lalat dirasakan warga di RT O6, RT 07 Dusun Sabuk, Desa Gunungsari. Bahkan meluas sampai Dusun Sedran, Desa Sambirejo;  Dusun Jaten Sentono Desa Tanggulangin.

"Dusun Ngadipiro Desa Tanjungsari juga, lalu Rumah Makan Mbok Djoe Sabuk dan industri roti dan kue tutup," kata Kisrowo. 

Kepala Dusun Sabuk, Suyadi mengaku kewalahan menanggapi keluhan warga. Jutaan lalat masih saja menyerang meski sudah memasang banyak lem anti lalat. 

"Aktifitas warga terganggu jelas ini, warung-warung pada tutup, industri makanan juga tutup," katanya. 

Salah satu pemilik warung makan, Ayu Verawati mengaku telah 4 hari tutup karena terganggu keberadaan lalat. Kalaupun buka tentunya tidak ada yang akan jajan di warung karena banyak lalat. 

"Sudah tutup sejak 4 hari ini, ya rugi banyak, tidak bisa muter uangnya," katanya. 

Mengetahui hal itu, Camat Jatisrono Endrijo mengatakan bahwa lalat datang mengerumuni tumpukan pupuk kandang. Semula ada warga yang akan memupuk lahannya dengan pupuk kandang. 

"Ada warga yang mau memupuk, pakai pupuk kandang, ada banyak satu truk ditumpuk di dekat sawah. Nah inilah yang memancing lalat," kata Endrijo. 

Pihaknya kemudian langsung berkoordinasi dengan Dinas Kelautan, Perikanan dan Peternakan serta Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri. Kepala Dinas Kesehatan langsung ke lokasi serangan lalat.

"Langsung di fogging, ini Kepala Dinas Kesehatan langsung memantau dilokasi. Akan kita lihat dulu foggingnya berhasil atau tidak, besuk (hari ini) kita tindak lanjuti lagi," tegas Endrijo. 

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Wonogiri Adhi Dharma mengatakan bahwa warga bisa membuat jebakan atau perangkap lalat untuk menghilangkan atau mengurangi lalat. Lalu media perkembangbiakan, utamanya kotoran ternak, sisa makanan ternak, sampah harus sering dibersihkan. 

"Kami imbau masyarakat tetap waspada menjaga dan melindungi kebersihan makanan dan minuman agar tidak terpapar penyakit," kata Adhi Dharma. (kwl)

(rs/kwl/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia