Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Boyolali

Ajak Disabelitas Semarakkan Pembangunan

07 Desember 2018, 10: 45: 59 WIB | editor : Perdana

ABILITY: Peringatan Hari Disabilitas di Pendopo Kecamatan Sawit, Boyolali, Kamis (6/12).

ABILITY: Peringatan Hari Disabilitas di Pendopo Kecamatan Sawit, Boyolali, Kamis (6/12). (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

BOYOLALI – Hari Disabilitas Internasional (HDI) di Boyolali diperingati dengan sederhana, Kamis (6/12). Mengangkat tema “Indonesia Inklusi Ramah Difabel”. Diselenggarakan di Pendopo Kecamatan Sawit.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Boyolali, Mundakir mengatakan, jumlah penyandang disabelitas di Boyolali cukup tinggi. Berdasarkan pendataan Dinsos, di 2018 jumlahnya mencapai 4.652 orang.

”Atas segala keterbatasan, mereka kami rangkul. Mereka kami ajak untuk bersama-sama memajukan Boyolali. Lewat ketrampilan yang mereka dapatkan,” ungkapnya kepada Jawa Pos Radar Solo.

Berbagai kegiatan juga dilakukan Dinsos untuk mengasah ketrampilan disabilitas. Yakni ketrampilan elektro pada 2018 yang diikuti 12 orang. Selain itu juga memberikan bantuan kepada orang dengan kecacatan berat (ODKB) sebanyak 70 orang, bantuan ekonomi produktif untuk 50 orang, serta program pelatihan 50 anak yang terkonsentrasi di Kecamatan Kemusu dan Andong.

Juga diberikan bantuan modal usaha senilai Rp 132 juta dan program tingkat nasional Rehabilitasi Sosial Berbasis Keluarga (RSBK) kepada 40 orang. Serta beberapa alat bantu dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sebayak 37 buah.

Anggota Pusat Pengembangan dan Pelatihan Rehabilitasi Bersumberdaya Masyarakat (PPRBM) Surakarta, Nuryadin mengapresiasi kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali dalam memberikan pelayanan dan komitmen kepada penyandang disabilitas. ”Hal ini dapat kami lihat dalam proses pembangunan melalui desa, kecamatan, hingga kabupaten. Teman-teman difabel sudah terlibat dan menjadi bagian penting dalam proses pembangunan,” ujarnya.

Wakil Bupati (Wabup) Boyolali, M. Said Hidayat meminta seluruh elemen masyarakaat menerima dengan ketulusan dan keikhlasan. Agar tak ada perbedaan apa pun di antara sesama manusia. ”Kami berikan hak yang sama. Hadirkan keseimbangan. Hilangkan minder di hati. Tetaplah dalam satu keyakinan semangat membangun Kabupaten Boyolali,” tandas Said. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia