Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Sukoharjo

Dana Tidak Terduga Dijatah Rp 15 M

07 Desember 2018, 11: 50: 59 WIB | editor : Perdana

SOLUSI SEMENTARA: Dropping air bersih di wilayah kekeringan bisa memanfaatkan dana tidak terduga.

SOLUSI SEMENTARA: Dropping air bersih di wilayah kekeringan bisa memanfaatkan dana tidak terduga. (RYANTONO P.S./RADAR SOLO)

SUKOHARJO – Pemkab mengalokasikan Rp 15 miliar untuk dana tidak terduga 2019. Anggarna tersebut untuk penanganan bencana alam seperti banjir, kekeringan, dan lain sebagainya.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sukoharjo Sri Maryanto mengatakan, dana tersebut juga bisa digunakan untuk dropping air bersih di wilayah kekeringan.

”Menghadapi kekeringan tahun ini sudah ada ratusan tangki yang dikirim ke wilayah terdampak kemarau. Selain dari pemerintah, ada juga bantuan dari swasta,” jelasnya, Kamis (6/12).

Sekretaris Daerah (Sekda) Sukoharjo Agus Santosa menerangkan, setiap tahun, jatah untuk dana tidak terduga bervariasi. Pada tahun ini anggarannya naik dibandingkan 2018 yang hanya Rp 10 miliar. 

Alokasi dana tidak terduga saat ini, imbuh Agus, dinilai cukup meng-cover potensi bencana. Di lain sisi, masyarakat diminta ekstrawaspada karena mulai Januari merupakan puncak musim penghujan. 

Diprediksi, musim hujan berlangsung tiga sampai empat bulan. Berbeda dari tahun sebelumnya yakni selama enam bulan. BPBD pun telah pasang kuda-kuda guna menghadapi segala potensi selama musim penghujan. (yan/wa

(rs/yan/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia