Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Ekonomi & Bisnis
Stok Beras Melimpah

Mencukupi hingga 14 Bulan di Bulog Jateng

07 Desember 2018, 15: 10: 59 WIB | editor : Perdana

SETAHUN LEBIH: Aktivitas pekerja mengangkat karung beras di Gudang Bulog Subdivres III Surakarta, baru-baru ini.

SETAHUN LEBIH: Aktivitas pekerja mengangkat karung beras di Gudang Bulog Subdivres III Surakarta, baru-baru ini. (ARIEF BUDIMAN/RADAR SOLO)

SOLO – Stok beras untuk wilayah Jawa Tengah aman. Setidaknya hingga 14 bulan ke depan. Sehingga hal ini bisa digunakan untuk mengantisipasi ketika ada lonjakan harga di pasaran. Seperti diungkapkan Kepala Perum Bulog Divre Jawa Tengah, M. Sigit Tedjo Mulyono.

Sigit menyebut stok beras untuk wilayah Jawa Tengah sangat mencukupi. Apalagi saat ini serapan dari petani melimpah dan mencukupi untuk kebutuhan masyarakat.

”Tidak perlu khawatir. Saat ini stoknya masih terjaga,” kata Sigit kepada Jawa Pos Radar Solo saat melakukan kunjungan ke Toko Pangan Kita di Pasar Nusukan, Kamis (6/12).

Bahkan pihaknya juga sudah siap menghadapi ketika nanti ada lonjakan harga. Apalagi stok beras yang ada masih mencukupi hingga lebih dari satu tahun ke depan. Bahkan Bulog siap menyalurkan ketika nanti ada pihak-pihak yang membutuhkan. ”Karena itu, kalau ada komunitas yang perlu, kami siap membantu. Lagi pula kami memberikan penyaluran,” imbuhnya.

Di Toko Pangan Kita (TPK), stok beras cukup lengkap. Mulai dari beras medium hingga beras premium tersedia. Untuk perbandingannya, saat ini stok premium 75 persen dan stok medium 25 persen. ”Saat ini masyarakat lebih cerdas, mereka lebih senang merasakan beras yang enak,” beber Sigit.

Untuk beras premium harga yang diberikan sama dengan di pasaran. Dengan jenis beragam, harga beras premium pun juga bervariasi. Namun untuk beras medium, harganya lebih rendah dibandingkan dengan yang ada di pasaran.

Sementara itu Kepala Perum Bulog Subdivre III Surakarta, Titov Agus Sabelia menyebut wilayah Eks Karesidenan Surakarta jumlah stok beras mencapai 27 ribu ton. Jumlah ini masih mencukupi hingga satu tahun mendatang. ”Kalau serapannya di pedagang, tiap harinya rata-rata sekitar 300 kg,” tandasnya. (vit/fer)

(rs/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia