Kamis, 13 Dec 2018
radarsolo
icon featured
Solo

Hujan Batu Warnai Eksekusi Hunian Liar

07 Desember 2018, 14: 30: 59 WIB | editor : Perdana

NEKAT BERTAHAN: Warga penghuni lahan di Kentingan Baru, Jebres, Solo, nekat melawan petugas saat dilakukan eksekusi tanah kemarin pagi.(6/12)

NEKAT BERTAHAN: Warga penghuni lahan di Kentingan Baru, Jebres, Solo, nekat melawan petugas saat dilakukan eksekusi tanah kemarin pagi.(6/12) (DAMIANUS BRAM/RADAR SOLO)

SOLO – Proses eksekusi hunian liar di Kampung Kentingan Baru, Kelurahan/Kecamatan Jebres kemarin pagi (6/12) berlangsung ricuh. Warga okupusan yang menghuni kawasan tersebut berusaha menghalangi petugas. Tidak hanya adu mulut, warga sempat melempari petugas yang akan melaksanakan eksekusi dengan batu.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Solo, tiga gapura yang merupakan akses masuk kampung diblokade menggunakan bambu dan kayu. Tidak sampai situ, warga yang sudah menunggu sejak pagi juga membakar ban truk di sejumlah titik. Kobaran api kemudian langsung dipadamkan menggunakan alat pemadam api ringan (Apar) oleh anggota Polresta Surakarta. Satu unit armada dari Pos Damkar Pedaringan juga terlihat memadamkan api.

Setelah api padam, petugas sebenarnya sudah meminta kepada warga untuk merobohkan blokade yang mereka bangun, namun warga menolak. Terpaksa petugas bersikap tegas dengan merobohkan paksa blokade tersebut. Warga yang tidak terima lantas melempari petugas dengan menggunakan batu.

Beruntung tidak ada korban dari kejadian ini. Petugas langsung masuk dan menyingkirkan lima orang yang dianggap sebagai provokator dalam kejadian ini. Barikade berhasil roboh, namun warga tetap berusaha menghalangi petugas. Mereka tidak bergeming dan tetap memilih bertahan. Terlihat pula ada lansia yang dievakuasi dari dalam salah satu rumah.

Setelah barang milik warga dikeluarkan, barulah satu alat berat diterjunkan untuk merobohkan bangunan. Baru hendak merobohkan gapura, serangan dari warga berupa lemparan batu kembali terjadi. Anggota Dalmas Satsabhara dan Satreskrim Polresta Surakarta langsung menuju kerumunan warga dan memukul mundur para warga.

Eksekusi hunian ini pun dilaksanakan. Namun dalam eksekusi kemarin, hanya lima rumah yang berada di sisi selatan kawasan tersebut yang dirobohkan. Para warga meminta waktu karena urusan ganti rugi dari pemilik lahan dengan beberapa warga belum ada kata sepakat.

Kuasa hukum warga penghuni lahan Kentingan Baru Adi Cahyo meminta dasar dari eksekusi yang dilakukan kemarin. Ditambah masih ada sekitar 78 KK yang belum sepakat terhadap ganti rugi yang diberikan kepada warga. “Kalau tetap dilaksanakan ini melanggar HAM. Untuk warga yang sudah mendapat ganti rugi silakan, tapi bagaimana yang belum mendapatkan ganti rugi,” katanya.

Adi menegaskan warga akan tetap melakukan perlawanan sampai ada kesepakatan antara dua belah pihak. Bahkan pihaknya siap melaporkan kasus ini ke polisi dan mengajukan gugatan di pengadilan.

Sementara itu, kuasa hukum pemilik lahan Ketingan Baru, Haryo Anindhito Mukti menuturkan, pihaknya melakukan eksekusi atas lahan seluas 15.000 meter persegi ini berdasarkan surat Keputusan Wali Kota Nomor 845.05/17.2/1/2017. Kemudian pihaknya sudah melakukan eksaminasi pertanahan.

“Untuk itu, pemilik lahan berhak melakukan eksekusi atas dasar hak. Karena pemilik lahan mempunyai SHM (sertifikat hak milik) atas masing-masing lahan di sini,” tutur Haryo.

Disinggung soal ganti rugi, lanjut Haryo, sejak 2012 pemilik lahan sudah memberikan kompensasi berupa lahan pengganti seluas 40 meter persegi di kawasan Randusari, Kelurahan Mojosongo, Kecamatan Jebres lengkap dengan fasilitasnya. Ada pula 15 warga yang menerima tali asih.

“Saat itu ada 180 orang yang mau menerima kompensasi tersebut. Sisanya 58 orang tadi. Bahkan kini malah bertambah lagi warga yang menempati lahan tersebur secara liar,” kata Haryo.

Haryo menambahkan, beberapa kali pemilik lahan mengajak negosiasi dengan warga liar yang bermukim di Ketingan Baru. Namun warga tidak pernah mengindahkan ajakan tersebut.  “Sekarang setelah dieksekusi baru bingung. Padahal sudah kita kasih kesepakatan untuk bertemu,” ujarnya. (atn/bun)

(rs/atn/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia