Senin, 09 Dec 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Jembatan Grawah Beroperasi

08 Desember 2018, 09: 30: 59 WIB | editor : Perdana

FINISHING: Sejumlah sepeda motor melintasi Jembatan Grawah yang baru selesai dibangun.

FINISHING: Sejumlah sepeda motor melintasi Jembatan Grawah yang baru selesai dibangun. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI – Masyarakat di wilayah lereng Gunung Merapi-Merabu kini bisa bernapas lega. Setelah jembatan Grawah yang menghubungkan wilayah Kecamatan Selo dengan Cepogo rampung. Jembatan di jalur Solo-Selo-Borobudur (SSB) ini sudah dapat dilalui dengan lancar setelah putus sejak Maret 2017 lalu.

Meski masih ada pekerjaan finishing, namun jembatan sepanjang 40 meter itu sudah dapat dilalui. Karena masih menyempurnakan, kendaraan yang boleh melintas baru sepeda motor saja. Sedangkan kendaraan roda empat dan lebih masih menggunakan jembatan darurat bailey.

”Meski sebagian kendaraan masih menggunakan jembatan darurat, namun arus lalu lintas di jalur SSB lancar. Karena tak dilakukan buka tutup jalan. Bersyukur sudah jadi dan dapat digunakan,” kata Haryanto, 32, warga Selo kepada Jawa Pos Radar Solo.

Selesainya pembangunan jembatan baru ini dapat meningkatkan ekonomi warga. Karena memang, masyarakat di lereng Merapi-Merbabu sangat mengadalkan jembatan tersebut untuk mobilitas hasil pertanian. Wargapun tak perlu antri untuk melintasi jembatan tersebut. “ Kalau dulu harus bergantian saat melintas. Karena jembatannya masih darurat,” ujar Haryanto.

Siswoko, 24, warga lain berharap jembatan yang baru ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke obyek wisata di Selo. Tersedianya infrastruktur yang baik dapat memotivasi pengunjung untuk berwisata di kawasan pegunungan Merapi-Merbabu. ”Spot wisata di Selo saat ini baru mulai berkembang. Harapannya pengunjung semakin meningkat,” bebernya.

Pengawas Binamarga Jateng untuk Jalur SSB, Sumarwan mengatakan, jembatan baru ini memakan biaya sebesar Rp 6,1 miliar. Dana itu berasal dari APBD Provinsi Jateng 2018. ”Dikerjakan selama 270 hari kalender. Memang lama, karena untuk pengerjaan jembatan itu lebih rumit. Harus dilakukan bertahap,” terangnya.

Pemindahan jembatan ke sisi utara jembatan lama untuk mengurangi tikungan tajam akses masuk. Selain terhindar dari tikungan tajam, panjang jembatan itu juga ditambah 15 meter dari jembatan lama yang hanya 25 meter. Konstruksi jembatan baru ini juga lebih kukuh. Konstruksi beton cor jembatan juga akan lebih menguatkan.

”Untuk  jembatan lama kemungkinan masih akan tetap dipergunakan. Menjadi jalur alternatif yang bisa dilewati kendaraan kecil seperti sepeda motor atau pejalan kaki,” tandasnya. (wid/fer)

(rs/wid/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia