Jumat, 15 Nov 2019
radarsolo
icon featured
Boyolali

Harga Pakan Naik, Telur Tembus Rp 24 Ribu/Kg

11 Desember 2018, 13: 00: 04 WIB | editor : Perdana

MUSIMAN: Kenaikan harga pakan ternak ayam memicu kenaikan harga jual telur ayam layer di Boyolali sebagai pusat peternakan ayam layer ikut meroket.

MUSIMAN: Kenaikan harga pakan ternak ayam memicu kenaikan harga jual telur ayam layer di Boyolali sebagai pusat peternakan ayam layer ikut meroket. (TRI WIDODO/RADAR SOLO)

Share this      

BOYOLALI - Harga telur ayam di pasaran dalam beberapa hari terakhir terus meroket. Selain tingginya permintaan pasar, kenaikan harga telur ayam layer ini juga disebabkan melambungnya harga pakan ayam. 

Pantauan koran ini di Pasar Induk Boyolali Kota, sejak sepekan terakhir, harga telur di pasaran mulai merangkak naik. Secara bertahap harga telur yang semula berkisar antara Rp 17-19 ribu per kilogramnya, kini menjadi Rp 24 ribu per kilogramnya. Diperkirakan harga telur akan terus merangkak hingga perayaan Natal dan tahun baru nanti.

Kenaikan harga bahan pangan juga terjadi pada beras. Hampir semua jenis beras  mengalami kenaikan. Tapi kenaikan kali ini tak terlalu signifikan. Rata-rata, kenaikan beras per kilogram mencapai Rp 500.

Etik Haryati, 38, pedagang sembako di Pasar Boyolali Kota mengatakan, kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini terjadi sejak awal bulan ini. Penyebabnya harga jual dari peternak sudah tinggi. 

“Kenaikannya bertahap. Tidak secara langsung melambung tinggi hingga mencapai harga sekarang ini,” ujarnya.

Darojat, salah seorang peternak ayam Layer dari Desa Canden, Kecamatan Sambi membenarkan bila sejak dua pekan ini harga telur mulai merangkak naik. “Dari tujuh belas ribu menjadi delapan belas, sembilan belas dan hari ini menjadi dua puluh dua ribu,” ujarnya,  

Menurutnya, naiknya harga telur ini disebabkan banyak permintaan masyarakat jelang tahun baru. Banyak masyarakat juga yang menggelar hajatan. Harga pakan yang terus mengalami kenaikan juga menjadi penyebab utama kenaikan harga jual telur ini.

“Saat Natal nanti diperkirakan kebutuhan telur semakin meningkat karena permintaan diprediksi juga naik,” katanya.

Dia juga menyebut harga jual telur yang sebelumnya sempat  jatuh membuat sejumlah peternak kelabakan. Bahkan ada juga peternak mengalami kerugian besar dan sulit untuk terus bertahan karena kekurangan modal.

“Makanya harus pintar-pintar mengatur keuangan agar saat harga turun, tetap bisa bertahan,” ujarnya.

Sementara informasi dari situs E-Pangan Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Boyolali menyebutkan harga telur ayam Rp 21.840/ kg, daging ayam Rp 30.785/kg, dan daging sapi Rp 102.000/kg, ikan lele Rp 22.105/kg, dan ikan nila Rp 30.615/kilogram. Sedangkan untuk komoditas cabai Rp 24.105/kg untuk cabai keriting dan Rp 23.050/kg untuk cabai rawit. 

Kenaikan harga telur juga terjadi di Pasar Legi Solo. Sepekan ini harga telur terus naik perlahan. Awalnya Rp 20 ribu kemudian merangkak menjadi Rp 21 ribu, Rp 22 kemudian langsung Rp 24. Salah satu pedagang sembako di Pasar Legi Surati, 40, mengaku kenaikan ini biasanya memang terjadi jelang Natal dan tahun baru.

“Puncaknya biasanya mendekati Natal dan tahun baru. Hampir setiap tahun seperti ini. Meski kenaikannya lumayan juga,” ujarnya. (wid/vit/bun)

(rs/wid/vit/per/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2017 PT Jawa Pos Group Multimedia